Pemkab Gunungkidul Diminta Lebih Tegas Awasi Protokol Kesehatan

Wisatawan memadati kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (29/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
30 November 2020 10:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengungkapkan penambahan kasus baru Covid-19 di Bumi Handayani bertambah banyak. Oleh karenanya, ia meminta kepada pemkab untuk lebih tegas lagi berkaitan dengan pengawasan protokol kesehatan di masyarakat.

“Saya sudah matur [berbicara] ke beberapa orang, kita lengah karena protokol kesehatan sekarang ini banyak yang dilanggar,” kata Heri kepada Harianjogja.com, Minggu (29/11/2020).

Menurut dia, adanya kelonggaran ini bisa dilihat di acara hajatan warga yang berjalan seperti biasa dan tidak mengindahkan ajuran dalam protokol kesehatan. Bahkan, kata Heri, fenomena membludaknya wisatawan di libur akhir pekan dianggap sebagai hal yang wajar. Padahal dari sisi kesehatan, ancaman penyebaran virus corona belum hilang. “Buktinya kasusnya masih terus bertambah banyak,” katanya.

Baca juga: Hingga Pekan Ke-37, Ada 114 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di DIY Meninggal Dunia

Pemkab Gunungkidul pun diminta untuk lebih tegas didalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat. Terkait dengan wacana untuk melarang kembali acara hajatan masyarakat, Heri pun menyerahkan sepenuhnya ke pemkab. “Sejak dulu sudah saya bilang kalau ketegasan dari pemerintah menjadi kunci,” ungkapnya.

Selain ketegasan dari pemerintah berkaitan dengan pengawasan, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tetap disiplin dan patuh menjalankan protokol kesehatan. Pasalnya, dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir menjadi cara ampun untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Mari bersama-sama cegah dan lawan penyebaran virus corona,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan pihaknya sudah melakukan evaluasi berkaitan dengan protokol kesehatan di masyarakat. Ia tidak menampik dari hasil evaluasi ada ketidakdisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol tersebut. “Ada yang mulai longggar menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Sejumlah Proyek Terus Dikebut

Badingah pun berjanji akan memaksimalkan peran dari gugus tugas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona. Selain itu, langkah penegakan aturan juga akan digencarkan sehingga masyarakat bisa terus patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Sudah diatur dalam Perbup No.68/2020. Itu jadi acuan untuk pelaksanaan operasi yustisia di masyarakat,” katanya.

Rekor Baru

Tambahan kasus corona baru di Gunungkidul mencapai rekor baru pada Sabtu (28/10/2020), dengan jumlah penambanah sebanyak 28 warga positif dalam satu hari. Sebelumnya rekor penambahan terbanyak dalam sehari terjadi pada 15 Agustus lalu. Pada saat itu, ada penambahan kasus sebanyak 25 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tambahan sebanyak 28 kasus baru dalam sehari ini ada yang berasal dari penularan anak sekolah di Kapanewon Patuk. Serta ada juga yang berasal dari skrening petugas KPPS di Gunungkidul. “Upaya skrening terus dilakukan guna mencegah penyebaran yang lebih luas. Kami juga berharap berpartisipasi untuk terus menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Total hingga saat ini, pasien corona di Gunungkidul mencapai 463 kasus. Adapun rinciannya, 368 pasien dinyatakan sembuh, 16 orang meninggal dunia dan sisanya 79 pasien masih menalani perawatan. “Untuk hari ini [kemarin] tidak ada tambahan kasus baru, tapi untuk pasien sembuh bertambah sembilan orang,” katanya.