Hingga Pekan Ke-37, Ada 114 Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di DIY Meninggal Dunia

Ilustrasi. - Freepik
30 November 2020 07:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tren peningkatan kasus konfirmasi positif yang terjadi pada pekan ini membuat berbagai pihak harus merumuskan strategi untuk atasi lonjakan kasus.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan sampai dengan pekan ke-37 total konfirmasi pasien positif ada 5783 dengan pasien sembuh 4283 kasus, meninggal dunia 144 kasus dan pasien aktif sebanyak 1356 kasus. Pekan ini juga menjadi tren mingguan kasus kenaikan kasus tertinggi 646 kasus.

Sementara itu kapasitas ruang ICU yang ada sebanyak 62 ruang dengan ruang isolasi 487 ruang dari total 27 rumah sakit rujukan. Dua pekan terakhir penggunaan bed meningkat. Kenaikan jumlah penggunaan tempat tidur citrical terus melonjak dari 244 pada 12 November naik menjadi 364 pada 28 November.

BACA JUGA : Sudah 114 Positif, Ini Penyebab Kasus Covid-19 di DIY

Memang terjadi satu dua penurunan kasus selama dua pekan, akan tetapi tidak sebanding dengan banyaknya kasus baru yang membutuhkan tempat tidur non-critical. Pelonjakan kasus akan makin terlihat jika melihat persentase kapasitas tempat tidur non-critical yang awalnya 60 persen pada 16 November menjadi 90 persen pada 28 November atau naik sebanyak 30 persen.

Penggunaan tempat tidur critical lebih cenderung dinamis. Meski sempat naik turun jumlah penggunaannya, angka penggunaan tempat tidur critical tertinggi jatuh pada 26 November di mana sebanyak 42 tempat tidur critical terpaksa digunakan atau setara dengan 86 persen dari kapasitas tempat tidur critical yang ada. Hingga 28 November jumlah tempat tidur critical yang terisi mencapai 39 kasus atau 80 persen dari kapasitas yang ada. Faktanya, sejauh ini ada 10 pasien yang meninggal sebelum mendapat tempat rujukan karena tidak bisa merujuk tempat-tempat yang membutuhkan ICU.

Dilihat dari angka positive rate DIY 6,2% memang lebih sedikit dari nasional. Insiden rate DIY Di 150,5, tertinggi Sleman dengan insiden rate 207,8 dan Gunungkidul insiden rate 58,8 terendah. "Case fatality rate DIY sudah di bawah angka nasional 2,5," jelasnya dalam diskusi Sonjo Angkringan yang disiarkan selama langsung pada Minggu (29/11/2020).

BACA JUGA : Kasus Positif Corona di DIY Jadi 37 Orang, Warga Meninggal

Pembayun menerangkan dilihat berdasarkan kelompok umur kasus, cukup banyak di usia produktif yang terkonfirmasi positif. "Sebenarnya usia di produktif yang belakangan ini harus kita edukasi dan literasi. Kasus konfirmasi berdasarkan umur sampai minggu ke-37 paling banyak usia 21-30 ada 1094 kasus," ujarnya.

"Kami mengawal yang lansia dan yang komorbid, tetapi ternyata yang usia muda banyak terkena, mungkin karena banyak beraktivitas di luar rumah barangkali yang membawa positif itu ke dalam rumah. Memang sebagian besar kasus kita di komorbid," kata Pembayun.

Dari total 144 kasus meninggal 63 persen diantaranya memiliki komorbid. Pembayun menjelaskan diabetes melitus menjadi komorbid terbanyak penyebab kematian yakni 48 kasus, disusul hipertensi 39 kasus dan jantung 15 kasus.

BACA JUGA : 20 Persen Warga DIY yang Meninggal karena Corona Tak

Pembayun menilai langkah untuk atasi pelonjakan kasus di antaranya kebutuhan akan sosialisasi dan edukasi ternyata harus lebih banyak mengedukasi atau mengingatkan para warga atau masyarakat yang ingin usia produktif yang sering keluar rumah ini.