Jelang Akhir Tahun, Sejumlah Proyek Terus Dikebut

Pengerjaan proyek revitalisasi Tugu Jogja, Oktober 2020. - Harian Jogja/Desy Suryanto
30 November 2020 06:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO--Kinerja anggaran dan program fisik terus dioptimalkan jelang akhir tahun. Pemerintah Kota Jogja optimistis kinerja dapat mencapai target yang telah ditentukan meski pandemi.

Plt. Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan, Setda Kota Jogja, Arwanto Prasetyo menjelaskan jika realisasi kinerja fisik dan realisasi anggaran hingga Oktober lalu di atas 70 persen. Kinerja fisik memiliki persentase lebih tinggi dibanding dengan kinerja anggaran sampai bulan Oktober. "Kalau kita lihat di per Oktober kemarin kita targetnya 88,6 persen fisik kemudian realisasinya 82,34 persen," jelasnya pada Minggu (29/11/2020).

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Libur Akhir Tahun Akan Dipangkas

Kinerja keuangan justru memiliki persentase lebih rendah hingga Oktober dibandingkan kinerja program fisik yang banyak dikerjakan pada triwulan ketiga. "Kalau di [kinerja] keuangan targetnya 81,8 persen realisasinya 71,99 ya sekitar itu, November kan belum terlaporkan," terang Arwanto.

"Kan SKPD baru membuat laporan-laporan, nanti setelah bulan ini mereka melaporkan. Ya kemungkinan nanti di angka 90 persen, karena targetnya November itu sekitar 95 persen, harusnya fisiknya sampai di angka 90 persen," tambah Arwanto.

Dia menambahkan jika target selesai beberapa proyek jatuh pada bulan Desember sehingga tentu saja belum ada laporan pada bulan ini. Contohnya proyek pedestrian Jln. Jenderal Sudirman memiliki target sampai 23 Desember, sedangkan proyek Tugu 17 Desember. "Jadi masih menyisakan sisa waktu yang seharusnya masih dikerjakan," imbuhnya.

Capaian kinerja anggaran dan proyek fisik yang relatif baik ini dijelaskan Arwanto tidak lepas dari penataan dan refocusing. "Karena kita di awal sudah menata juga kira-kira anggaran yang tidak aman digunakan atau tidak optimal pelaksanaan di 2020, yang tidak berdampak langsung dengan penanganan kan kita refocusing. Jadi OPD itu yang benar-benar [melaksanakan program] riil dan mudah dilaksanakan," ujarnya.

BACA JUGA : Hadapi Akhir Tahun Anggaran 2019, Ini Imbauan Kanwil

Arwanto menyebutkan pada dasarnya OPD hanya melaksanakan pekerjaan ringan. Kinerja fisik ditargetkan capai angka maksimal 100 persen sedangkan, kinerja keuangan tidak bisa optimal karena ada sisa-sisa anggaran.

Di sisi lain realisasi BTT yang terpisah dari realisasi kinerja keuangan. Arwanto menjelaskan secara teknis BTT berbeda rekening dengan keuangan. Anggaran APBD yang sudah di refocusing akan masuk pada BTT.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti yang sebelumnya mendapat arahan langsung dari PKK diimbau untuk mengetok besaran APBD sebelum Desember. "Karena itu menjadi dasar semua pelaksanaan kegiatan di pemerintah daerah, kam acuannya APBD sehingga 1 Januari sudah bisa on APBD 2021," ucapnya.