Setelah Lembur, Buruh Bangunan Meninggal Dunia di Tempat Kerjanya di Gondokusuman

Ilustrasi kematian - Pixabay
04 Desember 2020 15:07 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pemuda bernama Krismanto, 21, ditemukan meninggal dunia di sebuah proyek bangunan rumah milik seorang warga di Kotabaru, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja. Tak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Dia diduga meninggal dunia karena penyakit yang sudah menjangkitnya semasa hidup.

Pada Kamis (3/12/2020), Kapolsek Gondokusuman, Kompol Bonifasius Slamet memimpin pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Menurut laporan yang ia terima, korban berasal dari Kelurahan Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Bersama dua orang rekannya, Nurgiyanto, 46, dan Pratomo, 27, dia bekerja sebagai buruh bangunan di Jogja.

BACA JUGA: Pulau Ini Selamat dari Terjangan Mega Tsunami 8.000 Tahun Lalu & Sekarang Tenggelam

Berdasarkan penuturan Nurgiyanto, satu hari sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Krismanto lembur bekerja proyek itu. Ia mengecat rumah dari pukul 19.00 sampai 21.00 WIB. Seusai bekerja, Krismanto beristirahat sambil bermain ponsel di tempat biasa ia tidur yang hanya berupa lantai dengan alas seadanya. Hingga kira-kira pukul 23.40 WIB, Krismanto baru bisa tertidur.

Tiba pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, Krismanto belum juga bangun. Lantas, Pratomo yang juga kakak kandung Krismanto pun membangunkannya. Namun, tak ada respons maupun pergerakan dari tubuh Krismanto.

Khawatir ada sesuatu, rekan-rekan Krismanto pun langsung melapor ke Polsek Gondokusuman pada pukul 09.30 WIB. Menurut Pratomo, selama ini Krismanto tak punya gejala sakit maupun keluhan kesehatan.

BACA JUGA: Viral Video Bagi-Bagi Uang Rp100.000, Ini Langkah Bawaslu Gunungkidul

Petugas kepolisian dan beberapa tim medis pun langsung menuju TKP. Setelah memeriksa, mereka tak menemukan tanda kekerasan dari benda tumpul maupun tajam pada tubuh Krismanto.

“Korban dipastikan meninggal bukan karena terinfeksi Covid – 19. Diperkirakan ada penyakit dalam di tubuh korban saat masih hidup,” ujar Boni, Jumat, (4/12).

Keluarga korban yang diwakili Pratomo telah menerima kejadian itu dengan lapangan dada. Atas permintaan keluarga pula, jenazah Krismanto langsung dipulangkan ke tempat asalnya di Pemalang untuk dimakamkan.