Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bawaslu Gunungkidul menelusuri adanya dugaan praktik politik uang dalam pilkada. Hal ini tak lepas adanya video berdurasi 29 detik yang menunjukan amplop berisi uang Rp100.000 serta gambar salah satu pasangan calon kepala daerah.
Video ini beredar melalui pesan WA memperlihatkan seorang pria dengan baju biru duduk di sepeda motor dengan membawa amplop. Setelah dibuka terdapat uang dan gambar pasangan calon.
BACA JUGA: KRL Jogja-Solo Bakal Jadi Kejutan Awal Tahun, Harga Tiket Setara Prameks
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Ismiyanto, mengatakan sudah mendapatkan informasi video ini sejak Kamis (3/12/2020) malam. Meski demikian, hingga Jumat (4/12/2020) siang belum ada laporan resmi terkait dengan temuan tersebut. “Kami akan melakukan penelusuran terkait dengan masalah ini,” kata Tri kepada wartawan, Jumat.
Menurut dia, penelusuran dilakukan untuk mengkaji tentang kebenaran video tersebut. Selain itu, juga untuk mencari bukti-bukti apakah memenuhi dugaan pelanggaran dalam kampanye. “Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” katanya.
Tri mengungkapkan untuk mencegah terjadinya politik uang jelang pencoblosan, bawaslu akan mengintensifkan pengawasan. Salah satunya dengan menggelar apel patroli pengawasan politik uang yang diselenggarakan Sabtu (5/12/2020).
“Khusus saat masa tenang, patrol akan digencarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu untuk melakukan pengawasan,” katanya.
BACA JUGA: Kerap Bantu Pemakaman Pasien Covid-19, Mantan Kadinsos Jogja Ditolak Warga Saat Akan Dimakamkan
Selain itu, ia berharap kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pengawasan. Apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran silahkan laporkan ke bawaslu atau panwascam serta petuugas pengawas di kalurahan. “Kami membutuhkan partisipasi pengawasan dari masyarakat. Silahkan laporkan kalau ada dugaan pelanggaran dan kami akan menindaklanjutinya,” katanya.
Sebelumnya, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendorong Bawaslu Gunungkidul untuk bekerja secara professional dan menjaga integritas. Bentuk dukungan ini dilakukan dengan menggelar aksi treatrikal dengan berjalan ke kantor bawaslu.
Aksi itu diawali dengan jalan kaki dari Titik Nol Wonosari hingga Kantor Bawaslu Gunungkidul yang berjarak sekitar 700 meter. Sebelum melakukan aksi, Kamba memasang uang mainan, dan amplop di baju batik luriknya. Menggunakan topeng dan caping dia memulai aksinya berjalan, namun setelah berjalan sekitar 600 meter, ia berbalik dan berjalan mundur menuju kantor bawaslu.
Kamba menjelaskan uang mainan dan amplop yang ditempel sebagai pengingat agar warga mau menolak praktik politik uang. Ia menilai Gunungkidul menjadi salah satu wilayah rawan terjadinya politik uang. “Kami ingin Bawaslu Gunungkidul menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang bisa terjadi semasa pilkada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Prakiraan cuaca BMKG Minggu: Jakarta dominan berawan, sedangkan Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul diprediksi cerah.
AC Milan menang 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim 2026/27 setelah sempat dua kali tertinggal di Wroclaw Stadium.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 16 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.