Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bawaslu Gunungkidul menelusuri adanya dugaan praktik politik uang dalam pilkada. Hal ini tak lepas adanya video berdurasi 29 detik yang menunjukan amplop berisi uang Rp100.000 serta gambar salah satu pasangan calon kepala daerah.
Video ini beredar melalui pesan WA memperlihatkan seorang pria dengan baju biru duduk di sepeda motor dengan membawa amplop. Setelah dibuka terdapat uang dan gambar pasangan calon.
BACA JUGA: KRL Jogja-Solo Bakal Jadi Kejutan Awal Tahun, Harga Tiket Setara Prameks
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Ismiyanto, mengatakan sudah mendapatkan informasi video ini sejak Kamis (3/12/2020) malam. Meski demikian, hingga Jumat (4/12/2020) siang belum ada laporan resmi terkait dengan temuan tersebut. “Kami akan melakukan penelusuran terkait dengan masalah ini,” kata Tri kepada wartawan, Jumat.
Menurut dia, penelusuran dilakukan untuk mengkaji tentang kebenaran video tersebut. Selain itu, juga untuk mencari bukti-bukti apakah memenuhi dugaan pelanggaran dalam kampanye. “Nanti hasilnya akan kami sampaikan,” katanya.
Tri mengungkapkan untuk mencegah terjadinya politik uang jelang pencoblosan, bawaslu akan mengintensifkan pengawasan. Salah satunya dengan menggelar apel patroli pengawasan politik uang yang diselenggarakan Sabtu (5/12/2020).
“Khusus saat masa tenang, patrol akan digencarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu untuk melakukan pengawasan,” katanya.
BACA JUGA: Kerap Bantu Pemakaman Pasien Covid-19, Mantan Kadinsos Jogja Ditolak Warga Saat Akan Dimakamkan
Selain itu, ia berharap kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pengawasan. Apabila menemukan adanya dugaan pelanggaran silahkan laporkan ke bawaslu atau panwascam serta petuugas pengawas di kalurahan. “Kami membutuhkan partisipasi pengawasan dari masyarakat. Silahkan laporkan kalau ada dugaan pelanggaran dan kami akan menindaklanjutinya,” katanya.
Sebelumnya, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba mendorong Bawaslu Gunungkidul untuk bekerja secara professional dan menjaga integritas. Bentuk dukungan ini dilakukan dengan menggelar aksi treatrikal dengan berjalan ke kantor bawaslu.
Aksi itu diawali dengan jalan kaki dari Titik Nol Wonosari hingga Kantor Bawaslu Gunungkidul yang berjarak sekitar 700 meter. Sebelum melakukan aksi, Kamba memasang uang mainan, dan amplop di baju batik luriknya. Menggunakan topeng dan caping dia memulai aksinya berjalan, namun setelah berjalan sekitar 600 meter, ia berbalik dan berjalan mundur menuju kantor bawaslu.
Kamba menjelaskan uang mainan dan amplop yang ditempel sebagai pengingat agar warga mau menolak praktik politik uang. Ia menilai Gunungkidul menjadi salah satu wilayah rawan terjadinya politik uang. “Kami ingin Bawaslu Gunungkidul menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang bisa terjadi semasa pilkada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Mario Aji menempati posisi ke-26 FP2 Moto2 Jepang 2026. Izan Guevara tercepat dengan waktu 1 menit 46,950 detik.
Harga emas Pegadaian hari ini 3 Oktober 2026 masih stabil. Cek harga Antam, UBS, Galeri 24 dan buyback semua ukuran.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Indonesia tampil di final sepak takraw dan padel serta masih punya peluang medali dari panjat tebing.
Kenali 6 tanda ban kendaraan harus diganti, mulai TWI, retakan, benjolan, tekanan angin hingga getaran saat berkendara.
ChatGPT kini punya fitur virtual try-on untuk melihat pakaian pada foto pengguna. Simak cara pakai dan batasannya sebelum membeli.