Advertisement
Keberhasilan Sosialisasi Perubahan Perilaku, Media Sumbang 63%
Suasana Pembekalan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin dengan tema "Wartawan sebagai Agen Perubahan Perilaku untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19" yang dilakukan secara virtual, Senin (14/12/2020). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Insan pers berkontribusi besar dalam keberhasilan sosialisasi perubahan perilaku di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam acara Pembekalan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin dengan tema "Wartawan sebagai Agen Perubahan Perilaku untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19" yang dilakukan secara virtual, Senin (14/12/2020).
Advertisement
"Keberhasilan sosialisasi [perubahan perilaku] dalam menghadapi Covid-19 tidak terlepas dari peran media. keberhasilan program sosialisasi ini, 63 persen ditentukan media," tuturnya.
Ia menjelaskan, program yang sudah dijalankan oleh insan pers selama tiga bulan ini adalah program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP). Program ini menurutnya telah banyak membantu pemerintah menyosialisasikan pentingnya melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Melalui program ini, lebih dari 5.000 wartawan di Indonesia membuat berita seputar perubahan perilaku berupa penerapan protokol kesehatan 3M dan ditayangkan di media massa masing-masing. Pemberitaan dilakukan berdasarkan pengamatan jurnalis di ruang publik, fasilitas umum, lembaga pemerintahan, acara resmi publik, bahkan juga pemilihan kepala daerah.
"Satgas sangat terbantu dengan program ini karena sebelumnya [program FJPP dilakukan] banyak sekali berita yang menyimpang dari fakta dan kenyataan. Kami kesulitan membantah dan mengoreksi, tapi sekarang kami sangat terbantu dengan program ini," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Depari mengatakan terhitung sejak Oktober hingga Desember ini, program FJPP telah menempatkan wartawan sebagai salah satu garda depan perubahan perilaku untuk mencegah Covid-19.
Menurutnya pada 2021 nanti, masalah Covid-19 tentu berlum berakhir meski secara bertahap vaksin telah tiba di Tanah Air. Maka kampanye perubahan perilaku tidak boleh berhenti. Di sisi lain, mesin teks juga perlu terus bekerja.
"Wartawan tetap perlu ambil peran dalam menggalakkan perilaku sehat. Maka harapan kami, FJPP yang akan berakhir [Desember 2020] dapat dipertimbangkan sampai maret 2021," kata Atal.
Ia mengakui, pada satu sisi FJPP telah membawa manfaat besar bagi masyarakat melalui pemebritaan yang dibuat. Namun pada sisi lain, program ini juga sangat membantu finansial para jurnalis yang perusahaannya ikut terimbas Covid-19.
Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengapresiasi program FJPP yang tak lain merupakan inisiasi Satgas Covid-19 dengan Dewan Pers. Menurutnya insan pers mempunyai peran sentral sebagai salah satu kunci sukses penanganan Covid-19 yang secara sungguh-sungguh diupayakan pemerintah bersama masyarakat, akademisi dan dunia usaha.
"FJPP ini langkah gotong royong untuk menghadapi dampak dimensional," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Dorong Peran Baru Indonesia-Jepang di Tengah Geopolitik Dunia
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
Advertisement
Advertisement







