Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Diserahkan Maret 2021, Pembangunan Dimulai Agustus

Foto ilustrasi. - Antara/Asprilla Dwi Adha
22 Desember 2020 16:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Uang ganti rugi pembebasan lahan Tol Jogja-Bawen kemungkinan akan diserahkan pada Maret 2021. Tol akan dibangun mulai Agustus tahun depan dan selesai Juli 2023.

Pemda DIY menyerahkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Tol Jogja-Bawen wilayah DIY kepada Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Selasa (22/12/2020).

BACA JUGA: IPL Resmi Diserahkan, 915 Bidang Lahan di 3 Kecamatan Terkena Tol Jogja-Bawen

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Bawen, Mirza Nurul Handayani, menjelaskan setelah penyerahan IPL ini, perusahaan akan koordinasi Kantor Wilayah Badan Pertanahan nasional (BPN) DIY untuk pembentukan panitia pengadaan tanah.

“Panitia diketuai Kanwil BPN, nanti ada satgas A, satgas B, tim pengukuran, tim administrasi. Kami juga akan menentukan daftar nominatif, kami ukur ulang lagi semuanya. Jogja sekitar 8,5 kimolemet dari 75 kilometer Jogja-Bawen, sekitar 12-13 persen. Pengukuran untuk peta bidang dilakukan satgas A,” ujarnya.

Setelah itu hasilnya akan masuk ke tim penaksir dari Kementerian PUPR. Setelah ada perkiraan nilai ganti rugi, hasilnya akan disampaikan ke warga apakah menerima atau keberatan. “Kalau dalam  dua pekan sepakat, kami langsung ke tahap pembayaran. Kalau tidak, ada mekanisme bisa konsinyasi atai lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Masuk Sleman Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen atau PCR

Pihaknya menargetkan sekitar Maret atau awal April sudah bisa dilakukan pembayaran ganti rugi pertama. Jika lancar, ia menargetkan Tol Jogja-Bawen mulai dikerjakan pada Agustus, dengan kondisi tanah belum 100% bebas, tetapi bisa simultan. Karena IPL Jogja terbit lebih dulu ketimbang wilayah Jawa Tengah, pembangunan akan dimulai dari wilayah Jogja.

“Jogja seksi 1 dari total 6 seksi sampai Bawen. IPL Jateng target insyaallah Januari [2021]. Pengerjaan konstruksi keseluruhan dua tahun, dari Agustus 2021 ke Juli 2023. Nilai investasi keseluruhan bukan hanya konstruksi, ada konsultan desain, peralatan tol dan lainnya sekitar Rp 14 triliun,” katanya.