Demi Protokol Kesehatan, Jumlah Jemaat di gereja FX Cangkringan Dibatasi

Pastor Paroki Babadan yang memimpin perayaan Natal di Gereja FX Cangkringan, Robertus Hardiyanta (tengah) saat memimpin perayaan Ekaristi Natal pagi di Gereja Fransiskus Xaverius Cangkringan, Jumat (25/12/2020). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
26 Desember 2020 06:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Cangkringan, Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan menyelenggarakan Ekaristi Natal 2020 pada Kamis (24/12/2020) sore dan Jumat (25/12/2020) pagi. Jemaat yang mengikuti Ekaristi wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Pembatasan jemaat dilakukan karena adanya pandemi Covid-19. Jika biasanya kapasitas gereja lebih dari 220 orang, pada Natal ini diatur hanya sekitar 100 orang. Selain itu, jemaat yang ingin mengikuti Ekaristi harus mendaftar.

Pastor Paroki Babadan yang memimpin perayaan Natal di Gereja FX Cangkringan, Robertus Hardiyanta menekankan kendati Natal dilaksanakan secara sederhana dan penuh dengan pembatasan, tetapi Tuhan tetap hadir dalam setiap diri manusia. "Tuhan hadir tidak bergantung pada hal-hal lahiriah. Misalnya tidak bisa komuni atau mangkel [jengkel] karena tidak bisa ke gereja. Justru itu [jengkel] yang menghilangkan kehadiran Tuhan dalam diri kita," tuturnya.

Oleh karena itu, Hardiyanta mengajak umat Katolik untuk bersyukur dalam situasi sulit seperti sekarang ini. Selain itu umat diajak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun berada serta peduli terhadap keamanan dan kebersihan tempat tinggal.

Ketua Dewan Wilayah Gereja FX Cangkringan, Poniyam menyampaikan permohonan maaf karena tidak semua umat boleh mengikuti Ekaristi Natal tahun ini. Selain itu, karena banyaknya aturan ketat yang harus dipatuhi setiap umat.