Jogja PSBB atau Tidak Akan Diputuskan Besok

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji. - Ist/Dok Humas Pemda DIY
29 Desember 2020 18:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Desakan agar Pemda DIY melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengalir dari DPRD DIY.

Desakan itu bertolak dari angka kasus Covid-19 harian yang terus meroket dan berkali-kali pecah rekor. Merespons desakan itu Pemda DIY berjanji akan membahasnya lebih lanjut.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan soal opsi PSBB, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemda DIY akan melakukan rapat pada Rabu (30/12/2020) pagi.

“Yang kita belum punya rumus pembatasan [untuk PSBB] dari Magelang masuk ke Jogja. Dibatasi, mencari tempat lain [untuk masuk]. Ini kita harus cari strategi. Masukan sudah cukup banyak, besok pagi akan rapat di Bappeda [Badan Perencanaan Pembangunan Daerah] untuk tindak lanjut,” katanya, Selasa (29/12/2020).

BACA JUGA: Corona di Jogja Pecah Rekor Lagi, 24 Jam 282 Kasus Positif

Selama ini kata dia, pemerintah telah berupaya mengendalikan pergerakan manusia agar tak muncul kerumunan. Syarat antigen dan rencana penutupan Tugu hingga Malioboro jika jadi dilaksanakan, merupakan salah satu cara pembatasan pergerakan manusia.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengatakan seluruh fraksi dan komisi di DPRD DIY telah menyepakati mengusulkan langkah tegas dari Pemda DIY untuk dua hal, yakni pembatasan pergerakan manusia dan penambahan kapasitas rumah sakit.

“Seberapa pun kapatas disiapkan, kalau tidak ada pembatasan pergerakan manusia tetap tidak akan cukup. Sehebat apapun kita, kami mesti menyampaikan opsi, selama kenaikan 200-an mesti ada opsi pembatasan pergerakan manusia. Protokol kesehatan saja tidak cukup,” katanya.