Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Lonjakan volume sampah akibat perayaan Tahun Baru 2021 tidak terjadi kali ini. Tidak ada kenaikan signifikan sampah yang ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja pasca perayaan Tahun Baru 2021.
Kepala DLH Kota Jogja, Sugeng Darmanto menyebutkan jika pada pergantian tahun tidak ada kenaikan signifikan. Sementara volume sampah rumah tangga masih tetap dan dapat terakomodasi di TPS. "Kalau sampah pada pergantian tahun tidak ada kenaikan signifikan. Di Tugu, Mangkubumi, Malioboro, Alun-alun utara dan selatan tidak ada lonjakan," tuturnya pada Jumat (1/1/2021).
Tidak adanya peningkatan volume sampah pada pergantian tahun ini disinyalir Sugeng terjadi karena pembatasan yang diterapkan. "Ya, pembatasan Covid-19 berdampak tidak ada lonjakan sampah. Pukul 07.00 WIB di Alun-alun Utara dengan satu [truk] compactor masih kosong separuh," terangnya.
"Di depo THR pukul 03.00 WIB kosong. Tahun kemarin Tugu, Mangkubumi, Malioboro, Alun-alun utara, Alun-alun Selatan tumpukan sampah bisa 15-20 truk. Tahun ini perhitungan tidak sampai lima truk, karena di-sweeping pakai roda tiga sebagian rampung," jelas Sugeng.
Banyak depo dan TPS yang mewadahi sampah rumah tangga disebutkan Sugeng masih aman dan banyak yang kosong. Bahkan Sugeng menyebutkan jika sampah yang dihasilkan pada perayaan tahun baru kali ini boleh dikatakan sama halnya seperti hari-hari biasa. Sugeng tak mengelak jika baru tahun baru kali ini tidak ada pelonjakan sampah yang signifikan yang turut meringankan kerja petugas. Pada tahun baru kali ini DLH Kota Jogja menurunkan 50 personil untuk mengatasi sampah akibat perayaan pergantian tahun dibantu UPT Malioboro.
Pantauan dari Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto menjelaskan jika malam pergantian tahun lancar di sepanjang Tugu sampai Malioboro. Agus menambahkan jika 354 personil Satpol PP yang diterjunkan untuk antisipasi sampai dengan liburan saja.
"Kalau sedikit ada kerumunan memang itu pengunjung yang akan kembali pulang, tapi mereka parkirnya di Senopati, Alun-alun. Kita lihat nggih, [pemasangan pagar] situasional karena liburan masih sampai dengan hari Minggu." jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.