Advertisement
Ratusan Juta Dana Hibah Pariwisata di Jogja Tak Terserap

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Beberapa penerima dana hibah pariwisata dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jogja telah mengembalikan sejumlah anggaran yang tak mampu diserap atau dikelola. Total dana hibah tak terserap menyentuh angka ratusan juta rupiah.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Jogja Kadri Renggono pada Senin (4/1/2020) menyebutkan ada 15 hotel dan restoran di Kota Jogja yang tercatat sebagai penerima dana hibah pariwisata mengembalikan sisa dana hibah tak terserap. Meski tidak terlalu banyak, dana yang dikembalikan mencapai ratusan juta rupiah ke kas daerah. "Total nilai hibah pariwisata yang tidak terserap sebenarnya tidak terlalu banyak, yaitu Rp178,9 juta," terang Kadri.
Advertisement
Berdasarkan catatan yang ada, sebanyak 273 hotel dan restoran di Kota Jogja menerima bantuan dana hibah pariwisata dan 15 penerima yang mengembalikan sisa dana tak terserap. Namun Kadri mencatat dari jumlah 15 penerima hibah yang mengembalikan dana, dua di antaranya menyetor kembali dana hibah dengan nominal yang cukup tinggi.
Dua penerima hibah mengembalikan dana tak terserap dengan nominal sebesar Rp96 juta dan Rp61 juta. Disebutkan Kadri dana tersebut dikembalikan karena penerima tak mampu memanfaatkannya. "Mereka tidak memanfaatkan dana tersebut, selebihnya sisa dana hibah yang dikembalikan oleh masing-masing penerima tidak terlalu besar," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 4 April 2025, Mayoritas Wilayah Indonesia Hujan dan Berawan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
- Baru Ada 70 Katering di Sleman Memiliki Bukti Pengolahan Pangan Aman
- Antrean Kendaraan Nyasar di Perkampungan di Kalasan Sleman Akibat Ikuti Google Maps
Advertisement
Advertisement