Bansos Covid-19 di Sleman Bakal Cair Pekan Depan

Ilustrasi bantuan
06 Januari 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial untuk wilayah Sleman ditargetkan pada pekan depan. Hingga kini, masih ada ribuan calon penerima Bansos mulai Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bansos Tunai (BST) yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) perlu divalidasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Eko Suhargono menjelaskan dari sekitar 43.000 calon penerima Bansos dari kelompok Program Keluarga Sejahtera (PKH) masih ada sekitar 600 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang NIK penerimanya divalidasi. "Data calon penerima harus dipadankan agar tidak tumpang tindih. Kami juga masih menvalidasi 600 NIK calon penerima," kata Eko saat ditemui di kantornya, Rabu (6/1/2020).

BACA JUGA: Begini Gambaran Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Jogja

Adapun jumlah penerima Bansos Sembako senilai Rp200.000, lanjut Eko, dari sekitar 76.796 calon penerima (56.110 reguler dan 20.186 terdampak covid) masih terdapat sekitar 2.000 NIK yang perlu divalidasi. Penerima Bansos sembako ini di dalamnya termasuk peserta PKH yang memang menerima bantuan Sembako dari pemerintah.

Untuk calon penerima BST sebesar Rp300.000, lanjut Eko, dari 43.457 calon penerima masih ada 1.296 NIK yang perlu divalidasi dan dipadankan. Dinsos berharap agar warga yang pernah didata untuk menerima BST aktif menanyakan datanya ke kalurahan. "Kami sebenarnya mengajukan BST sekitar 46.000 KPM tetapi yang diterima hanya 43.457 KPM. Saat ini kami masih lakukan cleancing NIK yang belum sepadan ini. Kami diberi waktu sepekan untuk menyelesaikan cleancing ini," kata Eko.

Menurut Eko, data-data calon penerima Bansos harus terpadu by name dan address berbasis NIK. Jika penerima tidak masuk dalam data calon penerima, maka ada beberapa kendala yang dihadapi. Selain persoalan NIK yang perlu divalidasi, data calon penerima tidak masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). "Data tahap pertama ini bisa berubah pada tahap kedua nanti. Misalnya ada komponen PKH yang hilang, atau ada penambahan pekerja yang di PHK yang masuk miskin," katanya.

Dinsos menargetkan penyaluran seluruh Bansos tahap pertama ini akan dilakukan pada pekan depan. Untuk penerima BST, penyalurannya akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. "Kalau sudah waktunya, kami akan distribusikan dengan mengumpulkan di desa. Targetnya pekan depan. Tentu secara bertahap sesuai protokol kesehatan seperti distribusi yang dilakukan tahun lalu," katanya.

Sekadar diketahui, Kemensos pada 2021 melanjutkan penyaluran Bansos bagi warga terdampak Covid-19. Untuk program Kartu Sembako/BPNT akan menjangkau 18,8 juta KPM dengan indeks Rp200.000 per bulan per KPM, dari Januari-Desember 2021. Bansos Tunai (BST) pada 2021 menjangkau 10 juta KPM di seluruh Indonesia. Penyalurnya adalah PT. Pos dengan indeks bantuan Rp300.000 per KPM selama empat bulan yaitu Januari, Februari, Maret, dan April.

Berikutnya adalah bansos PKH 2021 di mana terdapat 10 juta penerima manfaat dan penyalurnya adalah Bank Himbara. Penerima manfaat harus memenuhi komponen di antaranya ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Penyaluran PKH diberikan setiap tiga bulan sekali tahap pertama Januari, tahap kedua April, tahap ketiga Juli dan tahap ke empat Oktober 2021.