Pemkab Kulonprogo Optimistis Beras Produksi Petani Lokal Kembali Surplus

Ilustrasi beras - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
08 Januari 2021 09:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo memastikan kebutuhan beras di kabupaten ini pada 2021 bakal tercukupi. Pemkab juga optimistis Kulonprogo akan kembali mengalami surplus beras seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Karena sejumlah wilayah di Kulonprogo sebentar lagi akan panen raya padi, jadi dipastikan Kulonprogo akan surplus beras, sehingga kebutuhan pangan terjamin," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muh Aris Nugroho saat ditemui seusai mengikuti panen raya padi di Bulak Sawah Kulon Pronosutan, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kamis (7/1/2021).

Dijelaskan pada Januari-Maret 2020, sejumlah wilayah di Kulonprogo telah dan akan melaksanakan panen raya padi. Daerah itu meliputi, Kalibawang, Nanggulan, Galur serta Lendah. Total luas lahan pertanian yang akan dipanen mencapai 5.333 hektare. Hasil panenan diperkirakan mencapai 6,6 ton per hektar. Jumlah itu merupakan rata-rata hasil panen padi para petani di Kulonprogo.

"Setelah panenan di Januari-Maret, dilanjutkan penanaman pada Maret-Mei. Untuk penanaman kedua ini di lahan dengan luasannya mencapai 8.893 hektar. Nahz rencananya Juni sudah bisa dipanen," kata Aris.

Sementara itu Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan setiap tahun Kulonprogo selalu mengalami surplus beras. Diketahui beras hasil panenan petani setempat mencapai lebih dari 100.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan beras masyarakat Kulonprogo hanya berkisar 35.491 ton per tahun. Sisanya dikirim ke seluruh wilayah DIY dan Indonesia.

"Ini karena di Kabupaten Kulonprogo, Hampir sepanjang tahun selalu ada panenan, baik di lahan yang beririgasi teknis, maupun pada lahan-lahan yang ber irigasi kecil/desa. Adapun untuk angka sementara produksi padi di Kabupaten Kulonprogo pada 2020, yaitu sebesar 126.003 ton dengan luas panen 19.038 ha dan produktivitas 66,18 kw/ha," ujarnya.

Meski selalu surplus, Kulonprogo lanjut Sutedjo akan terus meningkatkan produksi padi, salah satunya lewat program cetak sawah baru. Sampai dengan saat ini Pemkab telah mencetak 205 hektar sawah baru sejak 2015.

"Kami juga bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Yogyakarta untuk mengembangkan padi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang mempunyai kandungan Zinc tinggi dan berperan dalam rangka penurunan kasus stunting di Kabupaten Kulonprogo," ujarnya.