Ancaman Lahar Hujan Merapi, Begini Kondisi EWS di Sleman

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
15 Januari 2021 06:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan early warning system (EWS) untuk memantau lahar hujan dari Gunung Merapi dalam kondisi baik. Peralatan ini siap dibunyikan jika sewaktu-waktu banjir lahar hujan datang dan mengancam keselamatan warga di sekitar kali yang berhulu di Gunung Merapi.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika kesiapan EWS banjir lahar hujan secara umum dalam keadaan siap untuk dibunyikan.

"Dari mulai dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman ke bawah itu di Kali Boyong. Kemudian, dusun Kemiri lalu ada di Pulowatu dalam kondisi baik," ujar Joko Lelono saat dikonfirmasi pada Kamis (14/1/2021).

Kemudian, EWS yang ada di Kali Krasak juga diakui Joko dalam kondisi yang baik. Walaupun, EWS yang ada di Kali Krasak sendiri bagian sirinenya sedang dalam perbaikan karena terkena petir.

"EWS yang ada di krasak itu CCTV-nya hidup tapi untuk sirine nya itu masih dalam perbaikan karena kemarin itu dari ampli sampai ke perangkat modul kena petir jadi sedang diperbaiki," sambung Joko.

Lebih lanjut, EWS yang ada di Kali Gendol juga diakui Joko dalam kondisi siap untuk dibunyikan. Walaupun, potensi aliran banjir lahar hujan sedikit kemungkinannya dikarenakan tebing Kali Gendol yang lumayan tinggi. EWS yang ada di Kali Gendol dari mulai Srunen, Kaliadem, Petung, Bronggang sampai ke bawah di Ngerdi sirine siap untuk dibunyikan.

"Untuk desa yang ada di kali gendol itu mulai Srunen tidak mungkin meluap karena tebingnya tinggi aktivitas penambangan juga sudah dalam sekali, akhirnya kemungkinan untuk meluap ya tidak mungkin. Terus, kalaupun sampai ke bawah itu di Gadingan tapi taludnya sudah bagus dan tinggi, ke bawah lagi yang terancam banjir lahar hujan ada di kecamatan Ngemplak desanya Sindumartani dan Bimomartani," terangnya.

Banjir lahar hujan yang berpotensi meluber berada di Kali Boyong. Tepatnya, di Dusun Kemiri Purwobinangun kemudian ke bawah di Desa Candibinangun itu desa yang terancam sampai ke Donoharjo yang juga terdapat kali boyong dan biasanya meluap kalau ada banjir lahar hujan.

"Sementara untuk di Kali Krasak mulai dari Merdikorejo terus Wonokerto sampai di Pondokrejo," pungkasnya.

Mengenai antisipasi ancaman longsor di wilayah kecamatan Prambanan, Joko tidak lupa berkoodinasi dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso. Pemantauan wilayah longsor dan banjir bandang dilakukan.

"Kami sudah mempersiapkan program penataan aliran permukaan dan bantuan material talud untuk mengantisipasi ancaman longsor di seputaran Prambanan. Kami sudah masukkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2021, rencananya di awal tahun akan kami selesaikan pengadaannya," imbuhnya.

Pemasangan sensor curah hujan, arah angin, dan kelembaban udara, dan pergerakan tanah juga sudah terpasang di Gayamharjo, Wukirharjo, Sambirejo.

"Pemasangan untuk membantu pantauan kita (BPBD Sleman) apabila terjadi curah hujan tinggi kita akan memberikan informasi tersebut ke wilayah tersebut, di Madurejo kami punya pantauan di tebing Kali Opak, kita akan kerjasamakan dengan BBWSO, karena sungainya masuk wilayah BBWSO," terangnya.