Aneh! Awan Pekat Mirip Ombak Muncul di Langit Bandara YIA, Apa yang Terjadi?

Tangkapan layar awan pekat di atas YIA, Kulonprogo, Jumat (15/1/2021) pagi. - Istimewa
15 Januari 2021 15:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Awan tebal nan pekat muncul di langit sekitar Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kapanewon Temon, Kulonprogo, Jumat (15/1/2021). Fenomena alam ini jadi perhatian masyarakat setempat karena dianggap aneh.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo Aris Widiatmoko mengungkapkan awan tersebut pertama kali terlihat di pesisir Kulonprogo sekitar pukul 07.30 WIB. Kemudian semakin mendekati daratan di wilayah Temon dan sekitarnya, termasuk area YIA.

BACA JUGA: KNKT Unduh Data Black Box Sriwijaya Air SJ-182. Apa Isinya?

Menurut Aris, kemunculan awan berwarna keabu-abuan itu disertai hujan dan angin. "Sempat turun hujan dan angin, tapi cuma sebentar, sekitar pukul 08.00 WIB, awan sudah hilang dan sampai sekarang kondisi di pesisir cerah," ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat siang.

Menurut Aris, awan ini sempat jadi perhatian masyarakat. Tak sedikit warga di pesisir mengabadikan momen tersebut baik berupa foto maupun video karena dianggap tidak biasa.

"Warga alhamdulilah tidak panik, hanya memang sebagian besar itu mengabadikan momen bentuk mendung yang tidak biasa tadi," ujarnya.

Dari banyak video yang tersebar di sosial media, beberapa menunjukkan kondisi langit di atas YIA. Terlihat awan mendung tebal memanjang dari arah barat ke timur. Sekilas bentuknya mirip ombak.

BACA JUGA: Gempa Sulbar: 27 Tewas, 637 Luka-Luka, 15.000 Mengungsi

Aris menjelaskan kemunculan awan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh BMKG. Berdasarkan informasi BMKG yang ia peroleh, sebelum awan itu muncul, ada pergerakan awan dari laut selatan DIY dan sebagian wilayah Purworejo menuju ke utara. 

"Dari informasi BMKG memang sudah ada pergerakan mendung sejak pukul 07.10 WIB,"  tuturnya.

Airport Operation and Service Senior Manager PT Angkasa Pura (AP) 1, Nyoman Noer Rohim, mengatakan fenomena alam yang muncul di langit sekitar bandara YIA itu tidak memengaruhi jadwal penerbangan. Sebab kemunculan awan itu sebelum dimulainya jadwal penerbangan.

"Operasional normal, tidak ada jadwal yang di-reschedule, karena sesuai sesuai schedule pesawat pertama boarding jam 8.20 WIB," ujarnya.

BACA JUGA: Keciduk Polisi, Anggota WAG Bokep Berbondong-Bondong Left Grup

Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi YIA, Warjono, mengatakan fenomena alam ini disebabkan pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat serta lembab sehingga membentuk tipe awan yang memiliki pola pembentukan horizontal memanjang.

Kondisi tersebut dapat terjadi salah satunya karena adanya fenomena angin laut dalam skala yang luas mendorong massa udara ke arah daratan.

"Jenisnya ini awan arcus, sifatnya diiringi hujan ringan hingga sedang dan diikuti turbulensi, kalau terjadi ini cukup berpengaruh di penerbangan tapi hanya untuk pesawat kecil jenis propeler. Pesawat besar seperti yang biasa beroperasi di YIA tidak terlalu berpengaruh," jelasnya.

Kemunculan awan arcus ini sangat jarang terjadi. Kalaupun muncul biasanya pada pagi atau sore hari dengan durasi hitungan jam. "Seperti yang tadi pagi durasinya berdasarkan radar cuaca itu jam 07.00-08.20 WIB dan itu hanya melintas saja," ucapnya.