Tol Jogja-Bawen Resmi Dipatok, Ini Kata Sultan

Proses pemasangan patok Jalan Tol Jogja-Bawen dilakukan secara simbolis diawali dengan pengecoran semen oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Sleman, Sri Purnomo di Selatan SMPN 2 Tempel, Selasa (19/1/2021)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
19 Januari 2021 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Jalan tol Jogja-Bawen resmi dipatok pada Selasa (19/1/2021).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan pembangunan jalan tol di Jogja [tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo] selain mempermudah konektivitas dan mengurangi biaya transaksi diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pendapatan antar-wilayah.

"Pembangunan jalan tol ini diharapkan bisa memperluas lapangan kerja, pembelanjaan pembelian lahan warga terdampak diharapkan digunakan untuk usaha produktif," kata Sultan, Selasa.

Menurut Sultan, pembangunan jalan tol Jogja-Solo sudah didiskusikan sejak 1990-an. Ketika itu yang banyak dibicarakan adalah hambatan teknis dan kendala sosial. Sebab saat itu di Kapanewon Prambanan terlalu banyak peninggalan kuno, bagian dari Candi Prambanan sehingga tidak mungkin dilewati. "Ketika jalan tol Jawa Tengah dan DIY ditandatangani sebagai Perpres Proyek Strategis Nasional, maka segala rintangan bisa ditangani dengan baik dan saling menguntungkan. Termasuk juga dukungan masyarakat.

"Jalan tol yang akan dibangun terbagi menjadi enam seksi yang menyatukan kawasan Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar). Dengan adanya infrastruktur jalan tol ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Sultan.

Sesuai pesan kepala BPJP Kementerian PUPR RI, tol Jogja harus memiliki aspek estetik dan menyesuaikan geomorfologi wilayah. Maka, trase didesain dengan hati-hati serta sebelum 2024 diharapkan sudah bisa digunakan. "Karena masa pandemi Covid-19 pembangunannya diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pembangunan ini diharapkan menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi DIY,” lanjut dia