Sekda Bantul Helmi Jamharis Tiga Kali Gagal Divaksin Akibat Hipertensi

Sekda Bantul Helmi Jamharis (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo saat menyampaikan kondisi terkini soal Covid 19 di kantor Dinas Kesehatan setempat. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Februari 2021 12:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sekda Bantul Helmi Jamharis untuk kali ketiga gagal divaksin Sinovac, Kamis (4/2/2021), karena hipertensi (tekanan darah tinggi).

Padahal, Helmi sudah mengonsumsi Amlodipine, obat penurun tekanan darah. “Hari ini saya kembali gagal divaksin. Tadi ditensi masih 150/90 sehingga belum bisa divaksin. Padahal, saya sudah konsumsi obat penurun tekanan darah,” kata Helmi, Kamis (4/2/2021).

Menurut Helmi kendati sudah tiga kali gagal divaksin karena hipertensi. Hal itu tidak membuat Helmi membatalkan diri mendapatkan vaksin Sinovac.

BACA JUGA : 3 Pejabat Gagal Divaksin Gara-gara Hipertensi

“Tadi saya ke rumah sakit [RSUD Panembahan Senopati] sendiri. Petugas mengatakan jika saya sudah siap, saya diminta ke rumah sakit lagi dan akan divaksin,” lanjut Helmi.

Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih mengakui jika Helmi gagal menjalani vaksinasi, Kamis (4/2).

“Iya, tadi beliau [Sekda] kesini. Sudah dicek juga, hasilnya beliau gagal dapat vaksin. Beliau sebelumnya memang gagal divaksin pada vaksinasi perdana [Kamis (28/1] lalu, karena hal sama yakni tekanan darah tinggi,” ucap Siti.

Sebelumnya, Rabu (3/2), Helmi dinyatakan gagal divaksin di Puskesmas Kretek. Saat itu Helmi yang mendampingi sejumlah pejabat dari Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompimda) melalukan monitoring dan evaluasi vaksinasi di Puskesmas Kretek, sempat dicek tekanan darah. Hasilnya, tekanan darah Helmi masih tinggi.

BACA JUGA : Dua Kali Sekda Bantul Gagal Divaksin Covid-19

“Jika yang pertama [vaksinasi perdana, Kamis (28/1)], tekanan darah saya 170, maka kali ini 150. Padahal, syarat untuk bisa divaksin tensi dibawah 140,” ucap Helmi.