3 Pejabat Gagal Divaksin Gara-gara Hipertensi

Kapolres Bantul AKBP Tri Wahcyu Budi S saat menjalani vaksinasi hari pertama di RSUD Panembahan Senopati, Kamis (28/1). Harian Jogja - Jumali.
28 Januari 2021 11:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak tiga pejabat dan forkompinda Bantul harus tertunda mendapatkan vaksin Sinovac pada vaksinasi hari pertama yang digelar di RSUD Panembahan Senopati (RSPS), Kamis (28/1/2021).

Ketiga pejabat tersebut adalah Sekda Bantul Helmi Jamharis, Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko dan Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Nur Asiah. Ketiganya gagal divaksin bersama dengan 9 pejabat dan tokoh masyarakat lainnya karena mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi).

BACA JUGA : Kamis Lusa, Vaksinasi Covid-19 di Bantul Dimulai

 “Iya, saya tidak jadi divaksin. Karena tekanan darah saya 171. Yang diperbolehkan dibawah 140. Mungkin di lain kesempatan, saya akan bisa mendapatkan vaksin,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharja mengatakan, ketiga pejabat tersebut bukan gagal mendapatkan vaksin. Tetapi ditunda untuk mendapatkan vaksin.

Penundaan Vaksinasi

“Bukan pembatalan tapi penundaan. Untuk itu kami berikan penurun tekanan darah. Sepekan kemudian, kami evaluasi. Kita screening ulang, jika memenuhi syarat kami lakukan vaksinasi,” kata Agus.

Agus sendiri melihat pelaksanaan vaksin berjalan sesuai dengan rencana. Di mana, semua tahapan yang telah disimulasikan mampu dilakukan dengan optimal.

BACA JUGA : Vaksin Tiba di Kulonprogo, Pencanangan Dilakukan Jumat

“Meski ada yang tak lolos, tapi bisa berjalan dengan baik. Kami juga langsung vaksinasi untuk lingkup Dinkes dan RSPS. Hari ini yang kami vaksin ada sekitar 112 hingga 125 orang,” lanjut Agus.

Sementara Ketua DPRD Bantul Hanung Raharja mengaku tidak merasakan sakit dan nyeri saat divaksin. “Rasanya biasa saja. Tidak terasa sakit,” katanya.

Lebih lanjut Hanung mengatakan, jika dirinya sempat diragukan bisa mendapatkan vaksin, mengingat riwayatnya yang sempat terkena serangan jantung.

Namun, setelah diperiksa di meja dua yang merupakan screening terakhir sebelum divaksin, ternyata secara kesehatan, dirinya memenuhi persyaratan.

BACA JUGA : Besok, Vaksinasi Kedua Pemda DIY

“Tensi saya tadi 124/80. Artinya saya memenuhi persyaratan. Dan setelah divaksin, saya tidak merasakan ada yang aneh. Tidak sakit juga,” ucapnya.

Sementara Kapolres Bantul AKBP Tri Wahcyu Budi S mengaku sempat merasakan pegal di bagian tangan yang divaksin.  “Rasanya memang lebih pegel daripada suntik biasa. Enggak merasa mengantuk juga,” kata Kapolres.