Buntut Pelecehan ke Wisatawan Malioboro, Forpi Jogja Minta Pemerintah Evaluasi Petugas Jogoboro

Wisatawan sedang berjalan di kawasan Malioboro, Kota Jogja, pada Jumat (25/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
08 Februari 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja menyayangkan dugaan pelecehan seksual terhadap pengunjung perempuan di jalur pedestrian Malioboro oleh sejumlah petugas Jogoboro. Pembekalan terhadap petugas dinilai penting untuk menghindari kasus serupa terjadi.

Anggota Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba menyayangkan adanya kejadian dugaan perlakuan yang tidak pantas tersebut. Kamba menilai tindakan tersebut tidak perlu dan tidak sopan dilakukan. Pihaknya berharap korban bersedia memberikan keterangan kapada UPT Malioboro atau saat ini di bawah kewenangan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya.

"Diharapkan korban dapat melapor atau bersedia memberikan keterangan ke UPT Malioboro atas peristiwa yang dialami," ujarnya pada Minggu (7/2/2021).

Kamba menegaskan Forpi Kota Jogja siap memantau proses klarifikasi kasus ini jika dihadiri oleh kedua bela pihak. Dalam hal ini pihak pelapor dan sejumlah oknum Jogoboro yang bertugas kala itu. "Forpi Kota Jogja mendukung sikap Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto yang akan tetap memanggil sejumlah oknum petugas Jogoboro Malioboro atas dugaan pelecehan secara verbal terhadap seorang pengunjung Malioboro Kota Jogja," ujarnya.

"Jika terbukti [melakukan tindakan pelecehan] maka sanksi tegas berupa Surat Peringatan (SP) layak diberikan kepada sejumlah oknum Jogoboro yang melakukan hal yang tidak perlu dilakukan terhadap pengunjung Malioboro. Hal ini penting agar ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Bagi petugas Jogoboro yang menjalankan tugasnya dengan baik dan memiliki sikap yang baik, maka layak diberikan penghargaan," tegas Kamba.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 Dekati 1,2 Juta, Indef Sarankan Pemerintah Pertimbangkan Lockdown

Diharapkan Forpi Kota Jogja, UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogn untuk senantiasa memberikan pembekalan kepada seluruh petugas Jogoboro Malioboro. Hal itu berguna untuk meningkatkan kapasitas seluruh petugas Jogoboro dalam menjalani tugas sehari-hari di kawasan wisata Malioboro itu dan memberikan pelayanan yang prima kepada para wisatawan di Malioboro.

"Apabila diperlukan evaluasi atas sistem rekrutmen terhadap petugas Jogoboro Malioboro yang selama ini dilakukan. Evaluasi ini dilakukan agar sikap, perilaku dan pelayanan yang diberikan petugas Jogoboro ke depannya lebih baik kepada para wisatawan yang ada di Malioboro," tandasnya.

Dugaan kasus pelecehan verbal oleh sejumlah petugas keamanan di Malioboro itu ramai di media sosial setelah pemilik akun Twitter @RallaLembayung mengunggah foto bergambar sejumlah petugas Jogoboro. Dalam foto tersebut dituliskan cerita oleh pemilik akun Twitter jika dirinya secara lama diamati petugas Jogoboro, lalu dipanggil petugas yang bersangkutan.

Pemilik akun pun mendekat, karena menduga bakal mendapat teguran menyangkut masker. Akan tetapi tak dinyana-nyana, pengunjung perempuan tadi justru dikomentari gaya berpakaiannya yang saat itu ia kenakan.

"Jadi aku lagi duduk-duduk sama R**** di pinggiran gitu, terus lama-lama dilihatin sambil di pssst-in gitu. Terus aku mah pura-pura ngga sadar aja sampai dia manggil aku Mbak-mbak gitu. Yo wes aku samperin kan kukira mau ditegur gegara kerumunan atau buka masker. Terus pas aku nyamperin pada ketawa-ketawa gitu sambil bilang -- Mbak abis jatuh ya itu celananya sobek-sobek. Di situ aku udah mau balik lagi karena apa sih enggak jelas lo. Tapi dia suruh cek suhu padahal tadi udah," tulis pemilik akun dalam unggahannya.

Pemilik akun Twitter tersebut juga menceritakan pihaknya juga sempat dicegat petugas Malioboro lainnya di titik yang berbeda. Di situ, oknum petugas malah menyebut salah satu bagian tubuh dari pemilik akun Twitter.