Separator Ring Road Utara 1,5 Km Dibongkar untuk Proyek Tol Jogja-Solo
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Ilustrasi penolakan terhadap pelecehan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Dugaan pelecehan seksual berupa catcalling oleh petugas penjaga Malioboro atau Jogoboro ramai diperbincangkan. Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi pun merespons kejadian tersebut.
Heroe Poerwadi menegaskan petugas tidak boleh berkomentar macam-macam terkait dengan pakaian pengunjung. Iti sudah menjadi etika kerja yang harus diamalkan petugas Jogoboro.
BACA JUGA: PTKM DIY Tak Efektif, Banyak Orang Terjerat Rentenir & Pinjaman Online
“Ya saya kira itu salah satu bagian dari etika bekerja, tidak boleh berkomentar terhadap apa-apa yang terkait pakaian,” tegas Heroe pada Senin (8/2).
Kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi Heroe untuk memberikan pembinaan kepada Jogoboro. "Itu mungkin menjadi pelajaran juga nanti, bagian masukan kepada kami untuk memberikan tata krama sopan santun,” ujar dia.
"Saya tidak tahu konteks teknisnya seperti apa. Tapi kalau sudah diberi sanksi berarti dia [petugas Jogoboro] salah. Itu sebagai salah satu tindakan tegas kami untuk kepada siapa pun harus bersikap baik, kepada tamu-tamu kami dan terhadap siapa pun, sebenarnya tidak harus tamu, agar jangan sampai melakukan sesuatu yang dianggap melecehkan dan merendahkan,” kata Heroe.
BACA JUGA: Kecuali DIY, Seluruh Provinsi di Jawa Berstatus Siaga Banjir
Dugaan kasus pelecehan verbal oleh sejumlah petugas keamanan di Malioboro itu ramai di media sosial setelah pemilik akun Twitter @RallaLembayung mengunggah foto bergambar sejumlah petugas Jogoboro. Pemilik akun Twitter menceritakan pengunjung Malioboro yang lama diamati petugas Jogoboro, lalu dipanggil petugas yang bersangkutan.
Dia pun mendekat, karena menduga bakal mendapat teguran menyangkut masker. Akan tetapi tak dinyana-nyana, dia justru dikomentari gaya berpakaiannya.
"Jadi aku lagi duduk-duduk sama R**** di pinggiran gitu, terus lama-lama dilihatin sambil di pssst-in gitu. Terus aku mah pura-pura ngga sadar aja sampai dia manggil aku Mbak-mbak gitu. Yo wes aku samperin kan kukira mau ditegur gegara kerumunan atau buka masker. Terus pas aku nyamperin pada ketawa-ketawa gitu sambil bilang -- Mbak abis jatuh ya itu celananya sobek-sobek. Di situ aku udah mau balik lagi karena apa sih enggak jelas lo. Tapi dia suruh cek suhu padahal tadi udah."
Tolong ya @humas_jogja ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan??? pic.twitter.com/3weJC4Gjvd
— lyg (@RallaLembayung) February 6, 2021
Si pengunjung tersebut juga menceritakan sempat dicegat petugas Malioboro lainnya di titik yang berbeda. Di situ, si petugas malah menyebut salah satu bagian tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
PBNU menetapkan 557 pemilik hak suara dalam DPT Muktamar Ke-35 NU. Sebanyak 590 peserta diverifikasi untuk mengikuti muktamar di Jombang.
BI menyebut Kartu Kredit Indonesia atau KKI menjadi alternatif pembayaran digital dengan fasilitas penundaan pembayaran sesuai jatuh tempo.
PSEL Bekasi resmi dibangun dengan investasi Rp3 triliun. Proyek ini ditargetkan mengolah 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan energi hijau.
Kabut asap karhutla mengganggu 10 penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Jarak pandang sempat turun hingga 200 meter
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (26/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis