Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Direktur Utama BOB, Indah Juanita, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (11/2/2021)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Otorita Borobudur (BOB) mengembangkan kawasan wisata di Kabupaten Purworejo. Dimulai dengan Glamping De Loano yang telah dikembangkan sejak 2019 lalu, BOB akan melanjutkannya dengan sejumlah wahana lainnya.
Direktur Utama BOB, Indah Juanita, menjelaskan pengembangan kawasan wisata di Purworejo ini menggunakan Kulonprogo sebagai jalan masuk sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemda DIY, khususnya terkait pengembangan aerotropolis di Kulonprogo.
“Kami masih bahas tata ruangnya [aerotropolis], supaya baik karena secara makro kita harus menata keseluruhan DIY-Jawa Tengah karena lokasinya di perbatasan. Untuk yang bagian aerotropolis lebih ke Pemkab Kulonprogo dan Purworejo. Ini merupakan pembangunan kawasan jangka 5 tahun,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Kamis (11/2/2021).
Dia memastikan tahun ini akan dimulai pembangunan fisik infrastruktur dasar seperti jembatan, jalur jalan yang ada di dalamnya, saluran air dan kelistrikan. “Ini kerja sama dengan PUPR [Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat] sangat ketat. Glamping De Loano itu kan pasti kami buat lagi insyaalloh fasilitas, amenitas, akomodasi yang lain,” katanya.
Meski demikian, pengembangan fasilitas ke depan juga masih akan menggunakan konsep glamping yang relatif lebih ringan dan cepat, untuk menyesuaikan dengan kondisi kawasan berupa hutan dimana tidak mungkin membangun dengan beton secara massif.
Ia juga menegaskan tidak akan mengubah bentang alam di kawasan tersebut, melainkan tetap mempertahankan keberadaan hutan. “Bentang kawasan tidak akan berubah karena sesedikit mungkin memotong pohon, jadi bentuknya masih hutan, karena itu yang memang mahal yang harus kita jaga,” ungkapnya.
Di samping itu, pada pertengahan 2021 nanti pihaknya juga berencana akan kembali menggelar turnamen internasional downhill, dengan catatan pandemi Covid-19 sudah mereda. Sebagai persiapan, pihaknya akan akan memperbaiki lagi jalur downhill-nya. “Kemarin sudah disertifikasi dari UCI [Union Cycliste Internationale],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Harga pangan terbaru PIHPS Nasional mencatat cabai merah keriting Rp118.150 per kg. Simak daftar harga komoditas pangan lainnya.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Indonesia vs Thailand. Simak prediksi line up, jadwal dan link live streaming pukul 20.00 WIB.
Prabowo memimpin upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI. Sejumlah satuan baru akan diresmikan dan komandan satuan dikukuhkan.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.