Dinsos Jogja Usul Hapus 200 Lebih Penerima Bansos Selama Pandemi

Ilustrasi - Freepik
17 Februari 2021 14:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja mengusulkan penghapusan 217 penerima bantuan sosial tunai (BST) selama pandemi pada 2021. Menurut Kepala Seksi Jaminan dan Bantuan Sosial Bernadeta Nanik Trisnajayanti, usulan penghapusan berdasarkan beberapa pertimbangan.

“Karena ada yang meninggal, tidak ada ahli waris. Ada yang sudah pindah, kadang ada yang pindah tidak pamit ketua RT-nya, otomatis tidak bisa mencari. Diusulkan hapus, [namun] keputusan hapus [atau tidak] ada di Kementerian Sosial Repuplik Indonesia,” kata Nanik saat ditemui pada Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA: Tak Ada RT Zona Merah Covid di Gunungkidul, Mayoritas Zona Hijau

Selain beberapa alasan di atas, ada juga penerima BST yang tinggal bersama anaknya di luar daerah. Apabila anaknya mampu, mereka tidak menerima BST. Adapula warga yang menolak.

Saat ini, Dinsos Kota Jogja sedang menyalurkan BST melalui kantor pos dimulai dari Minggu (14/2/2021). “Jumlahnya menurun sedikit, karena yang bersangkutan sudah menerima bansos yang lain,” kata Nanik.

Sebelumnya, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja membuka layanan aduan bagi masyarakat Jogja terkait bantuan sosial (bansos). Aduan bisa berupa permasalahan apapun, termasuk temuan bansos yang tidak tepat sasaran, penyelewengan, pungutan liar, atau bermasalah lain.

Sampai pekan lalu, Forpi Jogja menerima lebih dari lima aduan terkait bansos. Menurut anggota Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba, aduan yang masuk banyak berupa pertanyaan mengapa dia tidak menerima bansos.

Menurut Nunin, semua aduan yang masuk ke Dinsos Kota Jogja akan dijawab oleh admin. “Kami tidak tahu dari mana saja, sudah kami jawab semua,” kata Nunik.