Prawirotaman Jadi Pasar Digital Pertama di DIY

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi (kedua dari kiri), Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Cabang Senopati Sumarno (kedua dari kanan), dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Yunianto Dwisutono (paling kanan) dalam acara diskusi daring Mewujudkan Pasar Prawirotaman sebagai Pasar Digital Pertama di DIY pada Rabu (17/2/2021)-Harian Jogja - Sirojul Khafid
17 Februari 2021 20:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota DIY akan pasar yang bersih, nyaman, dan mudah dalam transaksi, Pemerintah Kota Jogja menghadirkan Pasar Prawirotaman sebagai pasar digital pertama di Jogja. Menurut Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi, Pasar Prawirotaman yang bisa bertransaksi secara digital merupakan perspektif terhadap perkembangan masa depan.

“Menurut Bank Indonesia, tingkat partisipasi warga Jogja [dalam transaksi uang digital] termasuk yang tertinggi di Indonesia,” kata Heroe dalam acara diskusi daring Mewujudkan Pasar Prawirotaman sebagai Pasar Digital Pertama di DIY pada Rabu (17/2/2021).

Selain itu, lokasi Pasar Prawirotaman yang berada di ‘kampung internasional’ juga mejadi dasar untuk menyediakan ruang ekonomi kreatif di lantai empat. Banyak turis asing yang tinggal atau menginap di sekitar Prawirotaman.

“Membuat hal yang mempertemukan ekonomi kreatif bagi digital nomad,” kata Heroe.

Digital nomad merupakan orang yang bekerja dari berbagai tempat, tidak harus di kantor tertentu. Untuk menyasar kalangan yang mulai besar tersebut, Pasar Prawirotaman menyediakan co-working space untuk mereka bekerja. Ada ruang rapat, studio, dan lainnya. “[Mereka datang] tanpa membawa alat karena kami telah menyediakan,” kata Heroe.

Salah satu tantangan saat ini masyarakat belum sepenuhnya menggunakan transaksi digital, termasuk pedagang dan pembeli di Pasar Prawirotaman. Agar penggunaan transaksi digital lebih banyak dan terintegerasi, maka tidak hanya pasar, namun fasilitas pendukung lain seperti transportasi juga akan menggunakan transaksi digital.

Dalam memberlakukan transaksi digital, bank merupakan salah satu pihak yang penting terlibat. Menurut Pimpinan Cabang Bank BPD DIY Cabang Senopati Sumarno, Bank BPD DIY memiliki komitmen dalam mendorong sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Melalui tim digital yang Bank BPD DIY miliki, mereka membantu sistem transaksi digital yang ada di sana.

“Membuka layanan di Pasar Prawirotaman untuk lebih mendekatkan dengan pelaku di pasar,” kata Sumarno.

Dengan menggunakan sistem QR Code, pedagang dan pembeli bisa tahu apabila transaksinya sudah terlaksana. Ke depan, akan ada pengembangan transaksi digital ini ke pasar-pasar lain.

BACA JUGA: Menghindari Gundukan Pasir di Jalan Wates, Pemotor Justru Tewas Tertabrak Mobil

Saat ini, ada 619 pedagang yang ada di Pasar Prawirotaman. Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Yunianto Dwisutono mengatakan Pasar Prawirotaman telah mengunakan green building. Selain itu, sudah memenuhi kriteria sehat dan ber-Standar Nasional Indonesia (SNI).

Yunianto berharap Pasar Prawirotaman menjadi percontohan untuk 30 pasar lain di Jogja. “Semoga semua, 30 pasar dapat bantuan dan dapat renovasi. Tapi semua itu berdasarkan asas prioritas. Kami senantiasa juga bebenah di 30 pasar ini bisa dibangun, dibersihkan, terlebih pada masa pandemi Covid-19. Setiap pasar perlu memenuhi protokol kesehatan,” kata Yunianto.