Inggris vs Kroasia, Ujian Perdana Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Duel ini menjadi ujian pertama Thomas Tuchel bersama The Three Lions.
Ilustrasi burung kuntul/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL - Kematian sebanyak 50 burung kuntul muda yang biasa menghuni kawasan Hutan Mangrove Baros, Tirtohargo, Kretek dalam sepekan terakhir diduga kuat karena faktor cuaca.
Tiupan angin kencang yang terjadi sepekan terakhir menjadi penyebab kematian burung yang masuk suku Ardeidae ini.
"Karena faktor cuaca ekstrem dan tiupan angin kencang. Apalagi yang mati adalah kuntul muda. Mereka mati setelah gagal menembus tiupan angin," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Joko Waluyo, Rabu (24/2/2021).
Tak hanya faktor cuaca, Joko memerkirakan nutrisi juga bisa jadi penyebab kematian kuntul muda. Akan tetapi, untuk membuktikan faktor nutrisi butuh waktu lama. Sebab, belum tentu mereka mati setelah memakan ikan dan katak kecil yang terkena pestisida.
Baca juga: Rp12 Miliar Disiapkan untuk Tangani Kemiskinan di Kulonprogo
"Kemarin sore saya sudah ke lokasi. Dan juga berkoordinasi dengan BKSDA DIY yang menyimpulkan sementara kematian karena faktor cuaca," lanjut Joko.
Seksi Konservasi Karangtaruna Unit Keluarga Pemuda /Pemudi Baros (KP2B) Tirtohargo, Wawan Widia Ardi Susanto mengatakan sampai saat ini belum mengetahui perihal penyebab kematian kuntul. Padahal, selama ini segala upaya telah dilakukan untuk melestarikan kuntul.
Matinya kuntul, lanjut Wawan, itu bukan saat berada di darat. Akan tetapi saat terbang. Kuntul itu mendadak jatuh saat terbang, dan tidak berselang lama mati.
"Kebanyakan kuntul muda yang mati," ungkap Wawan.
Menurut Wawan, peristiwa kematian massal kuntul kali ini adalah kali pertama, sejak kawasan itu ditetapkan sebagai konservasi pada 2006.
Sedangkan untuk penyebab kematian puluhan kuntul, Wawan menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan dari BKSDA DIY.
"Kami tunggu saja hasilnya nanti," ucapnya.
Baca juga: 6.644 Warga Bantul Sembuh dari Covid-19
Kasi Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Yuyun Prihatining Rahmah, memerkirakan kematian dari kuntul tersebut akibat cuaca.
"Bisa saja karena faktor alam. Sebab, di Sumbermulyo juga terjadi peristiwa yang sama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inggris menghadapi Kroasia pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Duel ini menjadi ujian pertama Thomas Tuchel bersama The Three Lions.
Portugal gagal menang di laga pembuka Piala Dunia 2026 usai ditahan Kongo 1-1. Cristiano Ronaldo tak mampu mencetak gol.
Rangkuman 10 berita terpopuler Jogja hari ini, dari kebijakan Sultan, kekeringan Gunungkidul, hingga Messi hattrick di Piala Dunia 2026.
Jadwal SIM keliling Jogja 18 Juni 2026 lengkap, termasuk drive thru dan layanan malam, praktis tanpa antre panjang.
Jadwal SIM keliling Sleman 18 Juni 2026 lengkap, termasuk Simeru dan Satpas, praktis tanpa antre panjang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA Juni 2026 lengkap, tarif Rp80 ribu, rute langsung tanpa transit dan praktis.