Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunggu instruksi Pemerintah DIY terkait pelaksanaan sekolah tatap muka yang tertunda akibat Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala mikro.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul Eddy Praptono di Gunung Kidul, Jumat (26/2/2021), mengatakan Kabupaten Gunung Kidul merupakan zona hijau COVID-19, dan berdasarkan data Dinas Kesehatan, penambahan kasus COVID-19 dengan adanya Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sangat sedikit.
"Namun demikian, kami masih menunggu izin dari Pemda DIY. Sampai saat ini, kami belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi," kata Eddy.
Ia mengatakan acuan yang digunakan tetap menggunakan kebijakan dalam penerapan PPKM berskala mikro. Artianya, tidak ada opsi lain dan hingga PPKM berskala mikro berakhir 8 Maret, pembelajaran masih menggunakan model daring.
"Kebijakan lanjutan masih menunggu karena hal tersebut akan dijadikan dasar dalam pelaksanaan di Gunungkidul. Kalau sudah ada instruksi untuk menggelar tatap muka, maka kami siap,” katanya.
Eddy mengakui pada awal tahun ini, Disdikpora sempat ada wacana menggelar tatap muka di sekolah. Namun demikian, hal tersebut batal dilaksanakan karena adanya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat di DIY. Sehingga, berdampak terhadap kebijakan dalam hal pembelajaran karena ada ketentuan sekolah masih menggunakan model belajar di rumah.
"Kami ikuti aturannya. Nanti, kalau sudah diperbolehkan maka akan digelar kegiatan belajar tatap muka,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sudya Marsita mengatakan kesiapan sarana dan prasarana di sekolah tidak ada masalah. Semua sekolah sudah siap menerapkan belajar secara tatap muka dengan protokol kesehatan.
“Sebenarnya sudah siap. Tapi, balik lagi tentang kebijakan yang belum boleh menyelenggarakan tatap muka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.