Stok Vaksin Hanya Sleman 17.000, Jumlah Pendaftar Hampir 40.000 Orang

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
01 Maret 2021 22:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Antusiasme masyarakat untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 cukup tinggi. Meski baru mendapatkan sekitar 17.000 dosis vaksin, jumlah pendaftar pada tahap kedua ini sudah mencapai hampir 40.000 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan pendaftaran penerima vaksin tahap kedua bagi pelayan publik yang dibuka sejak 22 Februari dan ditutup pada 28 Februari lalu menghasilkan 35.478 daftar calon penerima vaksin.

Rinciannya, ASN sebanyak 7.254 orang, tenaga pendidik (16.458 orang), wartawan (265 orang), pedagang pasar (4.053 orang), petugas pariwisata (3.644 orang), tokoh agama (1.002 orang), TNI (1.204 orang) dan Polri (1.598 orang).

"Setelah ditutup per 28 Februari kemarin, kami memperpanjang masa pendaftaran bagi pekerja publik dan memulai pendataan bagi calon penerima vaksin untuk lansia (lanjut usia)," kata Joko, Senin (1/3/2021).

Dia mengatakan, pendataan calon penerima vaksin untuk lansia tidak ada perubahan dibanding sebelumnya. Usia 70 tahun masih bisa divaksin asalkan tidak memiliki komorbid. "Saat ini, untuk lansia minimal 59 tahun bisa mendaftar. Mereka tetap mengisi form nanti akan discreeing dulu sebelum divaksin," katanya.

Link pendaftaran https://daftarvaksin.slemankab.go.id/ akan disebar di paltform media sosial milik Pemkab dan akan disebarluaskan ke tingkat kalurahan dan RT/RW. Disinggung soal tidak semua lansia memiliki Ponsel, menurut Joko satu nomor Ponsel bisa untuk mendaftarkan beberapa NIK lansia.

"Pendaftaran vaksinasi untuk Lansia dan perpanjangan pendaftaran vaksinasi bagi pelayan publik akan ditutup pada 7 Maret mendatang pukul 23.59 WIB," katanya.

Petugas Keamanan

Joko mengakui jika jumlah pendaftar calon penerima vaksin tahap kedua ini melebihi ketersediaan stok vaksin. Dinkes Sleman saat ini memiliki 17.100 dosis vaksin. Padahal jumlah pendaftar saat ini mencapai 35.478 orang.

"Kami baru dapat 17.100 dosis, jelas sangat kurang, sehingga penerima vaksin harus dibuat jadwal dulu," kata Joko.

Untuk gelombang pertama tahap kedua ini, katanya, penerima vaksin akan diberikan lebih dulu bagi petugas keamanan baik TNI maupun Polri. "Pendataan akan terus jalan. Hasil pendataan ini menjadi dasar bagi kami untuk mengajukan stok vaksin tambahan ke pusat. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda kuouta tambahan," katanya.