Vaksinasi Pedagang Malioboro Kurang Mulus, Ini Penyebabnya

Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
04 Maret 2021 16:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Paguguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni), Slamet, mengatakan ada tiga alasan vaksinasi massal yang menyasar pelaku usaha Malioboro dari Tugu sampai Alun-Alun utara yang belum mencapai target seperti yang disampaikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

Ketiga alasan tersebut, pertama adalah soal pendistribusian undangan yang tidak merata. Menurut Slamet, undangan vaksinasi massal diserahkan melalui ketua komunitas tiap pelaku usaha. Namun oleh penanggung jawab komunitas, tidak semua undangan disampaikan kepada penerima vaksin. “Ada yang namanya dikira-kira saja sehingga salah pendistribusian undangan vaksinasi di lapangan,” ujar Slamet, Kamis (4/3/2021).

BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang

Selain itu undangan yang disampaikan juga waktunya mepet. Undangan baru didistribusikan pada Sabtu pekan lalu. Sementara waktu vaksinasi dilakukan pada Senin (1/3/2021) lalu selama empat hari sampai 4 Maret yang pada akhirnya diperpanjang sampai 6 Maret karena banyak yang belum mendapatkan vaksin.

Kedua soal sosialisasi yang tidak dilakukan oleh Pemkot Jogja. Slamet mengatakan selama ini tidak ada sosialisasi langsung kepada semua pelaku usaha terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk menjaga kekebalan tubuh, “Pelaku usaha hanya disodori formulir pendaftaran, tidak ada sosialisai langsung dari Satgas Covid-19,” ujar Slamet.

Alasan ketiga, banyak yang sudah mendaftar lewat formulir, tetapi namanya tidak terdaftar dalam database di Dinas Kesehatan Jogj. “Tiga hal itu saya kira yang menjadi hambatan [belum tercapainya target vaksinasi] khususnya vaksinasi di Taman Parkir Abu Bakar Ali,” ucap Slamet.

Slamet mengatakan di kawasan Malioboro ada 14 komunitas pelaku usaha, termasuk Pemalni. Anggota Pemalni sekitar 460 orang. Dia mengklaim vaksinasi anggota Pemalni sudah mencapai 95%. Tinggal 5% yang belum tervaksin dan diargetkan selesai sampai 6 Maret mendatang.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogja Heroe Poerwadi mengatakan vaksinasi massal yang dilakukan pada pelaku usaha dan jasa akomodasi wisata di kawasan Malioboro dan sekitarnya baru mencapai sekitar 70%. Sisanya belum divaksin karena tidak datang padahal sudah diundang untuk menjalani vaksin. Namun ada juga yang tertunda karena alasan teknis seperti tensi tinggi. Pihaknya memberi kesempatan bagi yang sudah diundang untuk menjalani vaksinasi massal sampai 6 Maret mendatang.