SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Paguguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni), Slamet, mengatakan ada tiga alasan vaksinasi massal yang menyasar pelaku usaha Malioboro dari Tugu sampai Alun-Alun utara yang belum mencapai target seperti yang disampaikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.
Ketiga alasan tersebut, pertama adalah soal pendistribusian undangan yang tidak merata. Menurut Slamet, undangan vaksinasi massal diserahkan melalui ketua komunitas tiap pelaku usaha. Namun oleh penanggung jawab komunitas, tidak semua undangan disampaikan kepada penerima vaksin. “Ada yang namanya dikira-kira saja sehingga salah pendistribusian undangan vaksinasi di lapangan,” ujar Slamet, Kamis (4/3/2021).
BACA JUGA: Rel Bandara YIA Hampir Rampung, Diklaim Bebas Ancaman Banjir karena Melayang
Selain itu undangan yang disampaikan juga waktunya mepet. Undangan baru didistribusikan pada Sabtu pekan lalu. Sementara waktu vaksinasi dilakukan pada Senin (1/3/2021) lalu selama empat hari sampai 4 Maret yang pada akhirnya diperpanjang sampai 6 Maret karena banyak yang belum mendapatkan vaksin.
Kedua soal sosialisasi yang tidak dilakukan oleh Pemkot Jogja. Slamet mengatakan selama ini tidak ada sosialisasi langsung kepada semua pelaku usaha terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk menjaga kekebalan tubuh, “Pelaku usaha hanya disodori formulir pendaftaran, tidak ada sosialisai langsung dari Satgas Covid-19,” ujar Slamet.
Alasan ketiga, banyak yang sudah mendaftar lewat formulir, tetapi namanya tidak terdaftar dalam database di Dinas Kesehatan Jogj. “Tiga hal itu saya kira yang menjadi hambatan [belum tercapainya target vaksinasi] khususnya vaksinasi di Taman Parkir Abu Bakar Ali,” ucap Slamet.
Slamet mengatakan di kawasan Malioboro ada 14 komunitas pelaku usaha, termasuk Pemalni. Anggota Pemalni sekitar 460 orang. Dia mengklaim vaksinasi anggota Pemalni sudah mencapai 95%. Tinggal 5% yang belum tervaksin dan diargetkan selesai sampai 6 Maret mendatang.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogja Heroe Poerwadi mengatakan vaksinasi massal yang dilakukan pada pelaku usaha dan jasa akomodasi wisata di kawasan Malioboro dan sekitarnya baru mencapai sekitar 70%. Sisanya belum divaksin karena tidak datang padahal sudah diundang untuk menjalani vaksin. Namun ada juga yang tertunda karena alasan teknis seperti tensi tinggi. Pihaknya memberi kesempatan bagi yang sudah diundang untuk menjalani vaksinasi massal sampai 6 Maret mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.