Kritik Kaliurang Kurang Atraktif, Subardi: Biar Tidak Begitu-Begitu Saja

Suasana di depan Taman Kaliurang, Sleman, Kamis (26/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
14 Maret 2021 04:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI, Subardi mengkritisi pemerintah daerah yang tidak melakukan inovasi untuk mengembangkan Kawasan Wisata Kaliurang. Padahal potensi wisata di lereng Gunung Merapi ini sangat besar.

Menurut Subardi pemerintah daerah diminta melakukan inovasi untuk mengembangkan kawasan Kaliurang. Pemerintah daerah, katanya, cenderung lamban untuk mengembangkan Kaliurang sehingga kawasan wisata ini stagnan. “Saya melihat, objek wisata ini [Kaliurang] saat ini stagnan. Hanya begitu-begitu saja,” katanya usai pelepasliaran ratusan ekor burung pipit dan penanaman pohon di Kaliurang Timur, kawasan Kaliurang, Sabtu (13/3/2021).

Dia menyontohkan berbagai objek wisata baru di wilayah lainnya di DIY yang berkembang cukup pesat. Berbagai objek wisata baru banyak mengundang wisatawan itu, katanya, tidak dibangun oleh pemerintah daerah tetapi inisiatif masyarakat sendiri. 

"Ada breksi, ada Mangunan, dan objek wisata baru yang ada di perbatasan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, semuanya berkembag pesat dan mampu mengundang wisatawan dalam jumlah yang banyak,” katanya.

Menurutnya, inisiatif dan inovasi yang dilakukan oleh masyarakat dilandasi oleh keinginan masyarakat yang ingin meningkatkan kesejahteraannya. "Masyarakat yakin dan mereka berhasil. Ya benar-benar mereka berhasil,” katanya.

Subardi juga mengkritisi lambannya pemerintah daerah karena tidak memanfaatkan keberadaan Super Destinasi Wisata Candi Borobudur. 

Padahal, imbuhnya, potensi DIY cukup besar dan itu diketahui oleh pemerintah daerah. Pemerintah di daerah, katanya, belum tanggap akan didorong ke mana dan bagaimana masyarakatnya.

DIY, katanya, memiliki daya ungkit tinggi untuk memanfaatkan kawasan wisata terkait dengan Borobudur ini, namun lemah dalam mengambil aksi. "DIY saat ini kalah dengan Jawa Tengah yang terus menggencarkan bahwa Borobudur itu Jawa Tengah, bukan Jogja. Meski gagal. Sedangkan DIY, tidak merawat apa pun dan tidak melakukan pengembangan-pengembangan," ujarnya. 

Dia mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan setidaknya dua hal. Membangun infrastruktur dan mengajak masyarakat berpacu menyiapkan diri. Pemda juga diminta untuk membangun masyarakat agar terus berkreasi membangun wisata-wisata alam.

"Gunung Merapi ini dikenal di seluruh Indonesia bahkan dunia. Ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mengenalkan Jogja," katanya. 

Menurut dia, keberadaan burung Elang Jawa yang terjaga habitatnya bahkan dapat berkembang biak, juga akan menjadi daya tarik wisata. "Pelepasliaran burut pipit ini untuk menjaga kelestarian lingkungan Merapi. Burung pipit termasuk mangsa burung Elang Jawa, burung endemic Gunung Merapi," kata Subardi. 

Ketua Relawan Pagar Merapi Yuswohadi mengamini ungkapan Subardi. Dia menjelaskan, keberadaan relawan di Hargobinangun salah satunya bertujuan untuk membantu menjaga dan melakukan konservasi lingkungan di lereng Merapi. "Untuk membantu masyarakat menjaga lingkungannya, kami juga memberikan bantuan bibit dan penanaman pohon alpokat,"katanya. (Abdul Hamid Razak)

Anggota DPR RI Subardi bersama Relawan Pagar Merapi melakukan pelepasliaran ratusan ekor burung pipit dan penanaman pohon di Kaliurang Timur, kawasan Kaliurang, Sabtu (13/3/2021).