Anak Diduga Bunuh Ayah di Boyolali Jalani Observasi Kejiwaan
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Christina Lucy Irawati (kanan) dalam acara daring Dukcapil Menyapa Masyarakat: Sinkronisasi Data Kependudukan pada Selasa (16/3). (ist/Disdukcapil Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA– Konsolidasi atau sinkronisasi data kependudukan menjadi salah satu hal yang penting untuk mewujudkan data tunggal. Data ini terpusat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja Christina Lucy Irawati data tunggal sangat bermanfaat bagi aktivitas pelayanan publik. Ia mencontohkan, terbaru penggunaan data tunggal kependudukan adalah untuk program vaksinasi.
Hanya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), informasi lain sudah bisa terpantau oleh petugas. Kegunaan lain seperti pada layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Bank, mendaftar sekolah serta lainnya.
“Sekarang baru ramai orang tua tergopoh-gopoh datanya tidak bisa masuk. Permasalahan yang sering muncul di masyarakat,” kata Lucy dalam acara daring Dukcapil Menyapa Masyarakat: Sinkronisasi Data Kependudukan pada Selasa (16/3).
Melihat pentingnya data tunggal ini, Lucy mengimbau masyarakat untuk memeriksa ulang data kependudukan. Apabila memerlukan pembaruan data di Pusat, maka segera mengurus. “Dalam mendapatkan pelayanan di lembaga publik seperti BPJS atau bank, ini belum bisa masuk [digunakan]. Harusnya itu masuk secara nasional, namun kadang-kadang ada yang kelewatan, harus kami mintakan di Pusat untuk konsolidasi data,” katanya
Meskipun Disdukcapil Kota Jogja telah mengirim data terbaru ke Pusat, ada kemungkinan satu dua data yang belum terurus. Maka saat masyarakat menemukan datanya belum diperbarui padahal sudah mengurus pembaruan, maka segera menghubungi Disdukcapil.
Selain untuk data tunggal, sinkronisasi data juga untuk mempermudah pemutakhiran data. Hal-hal terkait data kependudukan dinamis dari waktu ke waktu. Mulai dari pembaruan kelahiran, kematian, status perkawainan, dan lainnya.
Mengurus Data
Bagi masyarakat yang ingin mengurus sinkronisasi data, ada beberapa layanan yang bisa digunakan di Disdukcapil Kota Jogja. Apabila belum bisa datang ke kantor, maka bisa menggunakan fasilitas Whatsapp di nomor 0895-8079-33383. Bisa pula menggunakan layanan aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Apabila ingin mengurus secara langsung di Kantor Disdukcapil Jogja, maka bisa datang pada jam kerja. Untuk Senin-Kamis pukul 08.00– 15.00 WIB dan hari Jumat pukul 08.00–14.00 WIB.
“Kadang-kadang masyarakat lebih marem kalau langsung ke kantor Dindukcapil. Monggo, prinsipnya kami melayani supaya bisa terselesaikan dengan baik,” kata Lucy.
Untuk mengurus sinkronisasi data, masyarakat perlu membawa KTP dan kartu keluarga (KK) asli. Selain itu, perlu juga membawa dokumen pendukung lain seperti ijazah, surat izin mengemudi (SIM) atau lainnya. Disdukcapil Kota Jogja berupaya mengurus sinkronisasi data di hari yang sama saat masyarakat datang mengurus. Dalam waktu 1x24 jam data di Pusat akan berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.
DPRD Kulon Progo meminta Pemkab memperhatikan drainase saat membangun jalan untuk mencegah genangan dan kerusakan infrastruktur.