Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Christina Lucy Irawati (kanan) dalam acara daring Dukcapil Menyapa Masyarakat: Sinkronisasi Data Kependudukan pada Selasa (16/3). (ist/Disdukcapil Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA– Konsolidasi atau sinkronisasi data kependudukan menjadi salah satu hal yang penting untuk mewujudkan data tunggal. Data ini terpusat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja Christina Lucy Irawati data tunggal sangat bermanfaat bagi aktivitas pelayanan publik. Ia mencontohkan, terbaru penggunaan data tunggal kependudukan adalah untuk program vaksinasi.
Hanya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), informasi lain sudah bisa terpantau oleh petugas. Kegunaan lain seperti pada layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Bank, mendaftar sekolah serta lainnya.
“Sekarang baru ramai orang tua tergopoh-gopoh datanya tidak bisa masuk. Permasalahan yang sering muncul di masyarakat,” kata Lucy dalam acara daring Dukcapil Menyapa Masyarakat: Sinkronisasi Data Kependudukan pada Selasa (16/3).
Melihat pentingnya data tunggal ini, Lucy mengimbau masyarakat untuk memeriksa ulang data kependudukan. Apabila memerlukan pembaruan data di Pusat, maka segera mengurus. “Dalam mendapatkan pelayanan di lembaga publik seperti BPJS atau bank, ini belum bisa masuk [digunakan]. Harusnya itu masuk secara nasional, namun kadang-kadang ada yang kelewatan, harus kami mintakan di Pusat untuk konsolidasi data,” katanya
Meskipun Disdukcapil Kota Jogja telah mengirim data terbaru ke Pusat, ada kemungkinan satu dua data yang belum terurus. Maka saat masyarakat menemukan datanya belum diperbarui padahal sudah mengurus pembaruan, maka segera menghubungi Disdukcapil.
Selain untuk data tunggal, sinkronisasi data juga untuk mempermudah pemutakhiran data. Hal-hal terkait data kependudukan dinamis dari waktu ke waktu. Mulai dari pembaruan kelahiran, kematian, status perkawainan, dan lainnya.
Mengurus Data
Bagi masyarakat yang ingin mengurus sinkronisasi data, ada beberapa layanan yang bisa digunakan di Disdukcapil Kota Jogja. Apabila belum bisa datang ke kantor, maka bisa menggunakan fasilitas Whatsapp di nomor 0895-8079-33383. Bisa pula menggunakan layanan aplikasi Jogja Smart Service (JSS).
Apabila ingin mengurus secara langsung di Kantor Disdukcapil Jogja, maka bisa datang pada jam kerja. Untuk Senin-Kamis pukul 08.00– 15.00 WIB dan hari Jumat pukul 08.00–14.00 WIB.
“Kadang-kadang masyarakat lebih marem kalau langsung ke kantor Dindukcapil. Monggo, prinsipnya kami melayani supaya bisa terselesaikan dengan baik,” kata Lucy.
Untuk mengurus sinkronisasi data, masyarakat perlu membawa KTP dan kartu keluarga (KK) asli. Selain itu, perlu juga membawa dokumen pendukung lain seperti ijazah, surat izin mengemudi (SIM) atau lainnya. Disdukcapil Kota Jogja berupaya mengurus sinkronisasi data di hari yang sama saat masyarakat datang mengurus. Dalam waktu 1x24 jam data di Pusat akan berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Selain Indonesia, sejumlah negara seperti Mesir, Iran, Korea Selatan dan Sudan Selatan juga memindahkan atau merencanakan pusat pemerintahan baru.
Rumah Sakit (RS) Jiwa Grhasia kini memiliki tiga gedung pelayanan baru, yakni Gedung Madukara, Mandalawangi, dan Arogya Gathi. Ketiga gedung tersebut diresmikan
Pemkot Makassar mempercepat pembenahan TPA Tamangapa untuk memenuhi ketentuan KLH, mengakhiri open dumping, dan memperbaiki kondisi lingkungan.
Harga emas perhiasan hari ini, Kamis 3 September 2026, tersedia mulai Rp430.000 per gram. Simak daftar harga berdasarkan kadar di Lakuemas dan Rajaemas.
Leandro Paredes mempertimbangkan masa depannya bersama Timnas Argentina setelah mendapat skorsing 10 pertandingan dari FIFA dan era Lionel Messi berakhir.