Wedus Gembel Teramati di Sekitar Merapi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
17 Maret 2021 19:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Gunung Merapi muntahkan awan panas guguran atau wedus gembel pada Rabu (17/3/2021) siang. Awan panas guguran dengan jarak luncur yang cenderung pendek ini baru nampak muncul kembali setelah beberapa hari sebelumnya tidak teramati.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menuturkan awan panas guguran muncul pada pukul 14.20 WIB, dengan jarak luncur 700 meter. “Tercatat di seismogram dengan amplitude 31 mm dan durasi 62 detik,” ujarnya.

Pada hari yang sama dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB teramati terjadi 21 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,2 km ke arah barat daya. Pada aktivitas kegempaan tercatat 81 gempa guguran, tiga gempa hembusan, tiga gempa fase banyak dan satu gempa tektonik jauh.

BACA JUGA: Pelabuhan Tanjung Adikarto, Harapan DIY Menjaring Cuan Laut Selatan

Adapun awan panas guguran terakhir terjadi pada Jumat (12/3/2021) lalu, sebanyak dua kali luncuran dengan jarak luncur 1,5 km ke arah barat daya dengan amplitude 47 mm dan durasi 148 detik. Pada hari itu juga teramati 30 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1 km.

Dengan tikngkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.