Keren! Limbah Kayu di Bantul Diolah Jadi Produk Bermutu

Peserta pelatihan menunjukkan sejumlah produk kayu hasil karya mereka di Kalurahan Muntuk, Dlingo, Bantul pada Jumat (19/3/2021)-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
19 Maret 2021 19:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) warga terus dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.

Sejumlah pengrajin dan tukang kayu yang tergabung dalam Kelompok Sinar Jaya di Padukuhan Banjarharjo, Kalurahan Muntuk, Dlingo, Bantul mendapatkan pelatihan limbah kayu untuk dijadikan mebel dan Kerajinan.

Kepala Bidang Industri Agro, Disperindag DIY Woro Sulistyaningsih sangat mengapresiasi keuletan dan semangat para peserta pelatihan. Dari beberapa pelatihan yang diberikan, Woro menyaksikan langsung perkembangan para pengrajin setelah dari berbagai handycraft dan mebel yang dihasilkan peserta dari limbah kayu.

Pelatihan ini dapat mencakup dua manfaat beriringan yakni penyelesaian masalah limbah dan peningkatan kesejahteraan pelaku industri kecil.

"Kelompok Sinar Jaya mendapatkan pelatihan 10 hari. Pelatihan tahun sebelumnya menggunakan zoom. Pakai zoom pun, tapi saya heran kok para peserta juga semangat mengikuti," tuturnya pada Jumat (19/3/2021).

Mayoritas warga Padukuhan Banjarharjo bekerja sebagai tukang kayu dengan spesialisasi pembuatan kosen pintu dan jendela. Woro menerangkan 20 peserta yang ikut dalam pelatihan pun hampir 100 persen muda-muda.

"Perjalanan pelaksanaan pelatihan itu ternyata respons serta kecepatan mengadaptasi atau mengimplementasi ilmu yang diberikan itu cepat. Ini yang memang tidak dimiliki kelompok-kelompok yang lain," terangnya.

"Kelompok Sinar Jaya masih muda dibentuk 2019, namun sekarang di 2021 sudah kelihatan hasilnya. Ini yang membanggakan bagi kami. Di samping di sini dekat dengan tempat wisata yang mana kami diminta instansi lain Dinas Pariwisata untuk mendukung kawasan wisata dengan produk yang dihasilkan di sini," ungkapnya.

Instruktur Pelatihan Limbah Kayu, Sumino tak meragukan lagi skill dari para pengrajin di Bangunharjo. Sumino yang merupakan dosen Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia, menyebut warga telah memiliki dasar keahlian dalam permebelan yang baik.

Ketika diberikan bimbingan, warga cepat memahami dan mampu mengolah limbah menjadi benda handycraft syarat nilai ekonomi seperti vas bunga, rak buku, rak dinding, meja baca lipat, hingga kosen pintu dan kayu dengan memadukan limbah kayu.

"Sekarang betul-betul bisa kita lihat peserta menyadari bahwa limbah bisa dimanfaatkan untuk menjadi produk-produk yang nilainya lebih tinggi dibanding dibuat arang. Arang satu karung hanya Rp100.000, padahal satu karung arang butuh limbah lima karung. Kalau limbah lima karung diolah jadi handycraft dan kosen sudah berapa ratus ribu yang bisa dihasilkan, berkali-kali lipat dan bisa meningkatkan dari segi ekonomi," tandasnya.

Ketua Kelompok Sinar Jaya, Purwanto mewakili peserta lainnya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. "Atas nama peserta pelatihan pengolahan limbah kayu mengucpakan banyak terima kasih kepada dinas mengucapkan terima kasih sehingga dapat mengolah limbah yang ada," ujarnya.

"Harapan kami atas nama kelompok semoga dengan adanya pelatihan ini kami warga di sini bisa berkembang dengan produk-produk dan mengolah limbah yang belum bisa kita manfaatkan sehingga mendapat nilai jual lebih karena biasanya jadi arang," tukasnya. (*)