OPINI: Prestasi Tak Berhenti di Gerbang PTN, Saatnya Mengubah Persepsi terhadap PTS
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA--Mahasiswa UGM mengkritik masifnya pembangunan mal, hotel dan buruknya sistem pengelolaan sampah di DIY melalui sebuah lagu.
Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM UGM baru saja mengeluarkan lagu terbaru berjudul "Negeri Istimewa". Lagu yang diunggah di kanal YouTube BEM KM UGM itu berisi lirik mengenai kondisi Jogja di balik kata istimewa dan romantisasi yang melekat dalam deskripsi kawasan di sisi selatan Pulau Jawa ini.
Lagu yang ditulis oleh Thomas Tatag Yana, Joe Pramudio, dan Angga Surbakti ini disebut sebagai cara kreatif dari BEM KM UGM untuk menyebarluaskan propaganda di tengah pandemi Covid-19 yang mempersulit pergerakan konvensional. Lagu ini juga diciptakan untuk mengingatkan pemerintah agar selalu melihat ke bawah.
BACA JUGA: Sri Sultan Sebut 75 Tahun Lagi Bahasa Jawa Terancam Punah
Selain itu, lagu ini juga dibuat agar pemerintah menyadari sistem bobrok yang menyebabkan sampah-sampah di TPST Piyungan sampai di titik overload. Tidak lupa juga dengan kondisi masyarakat TPST Piyungan yang tidak dijamin kesehatan dan kesejahteraannya oleh manajemen setempat.
Kondisi penuhnya TPST Piyungan memang menjadi salah satu di antara beberapa masalah yang tak kunjung selesai di Jogja. Sudah berulangkali tempat pembuangan sampah ini harus ditutup karena kondisinya yang penuh maupun kondisi jalannya yang tak lagi bisa dilalui karena ambles.
"Istimewa negerinya, rakyatnya sengsara, hotel dibangun untuk siapa, mall dibangun untuk orang kaya, sini sampah ada dimana-mana. Di sana dibangun megah, rakyatnya protes lalu pejabat malah marah. Katanya negeri istimewa, kok sampah tak dikelola?," tulis akun YouTube BEM KM UGM.
Lagu Negeri Istimewa berdurasi 2:54 ini dibuat untuk agitasi oleh Kementerian Aksi & Propaganda, BEM KM UGM 2021 Kabinet Arus Balik. Di dalam video musiknya, nampak anggota BEM mengenakan jas almamater UGM dan menyampaikan lirik-lirik mengenai kondisi TPST Piyungan yang sudah terlalu penuh.
Beberapa anggota BEM tampak bernyanyi dan bergaya di sekitar kawasan TPST Piyungan. Terlihat juga beberapa warga yang mengais penghidupan di tempat itu. Dalam liriknya, banyak menyoroti kondisi tempat pembuangan sampah yang tak dikelola dengan baik di balik kalimat istimewa.
Sejak diunggah Minggu (21/3/2021), video musik anggota BEM KM tersebut sudah ditonton lebih dari 6000 pengguna Instagram. Ada seribu lebih yang membagikan ulang dan ratusan lainnya memberikan komentar. Tidak sedikit yang ikut merasa prihatin dengan kondisi TPST Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber
Nelayan Bantul mengeluhkan kapal besar yang diduga memasuki jalur tangkap armada kecil dan mengganggu aktivitas serta hasil melaut.
Jorge Martin mendapat izin medis untuk mengikuti FP1 MotoGP Malaysia 2026 di Sepang setelah mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan.
Timnas Indonesia U-15 kalah 1-6 dari Luksemburg di Piala Dunia U-15 2026. Garuda Muda selanjutnya menghadapi Prancis untuk perebutan posisi akhir.
Everton menjamu Newcastle United di putaran keempat Piala Liga Inggris. Simak jadwal, prediksi susunan pemain, kondisi tim, dan peluang kemenangan.
Jungkook BTS menembus 22 juta pengikut Spotify dan mencatatkan sejumlah rekor streaming lewat lagu solo seperti Seven dan Standing Next to You.d