Nelayan Asal Riau Meninggal di Laut Gunungkidul, Ini Kronologinya
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Nasib apes dialami Mbah Semi,81, warga Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh cucunya berinisial AN,27. Kasus ini ditangani sedang ditangani oleh jajaran unit Reskrim Polsek Karangmojo.
Peristiwa penganiayaan ini terjajadi pada Jumat (19/3/2021), saat itu korban akan mengambil pakaian yang dimilikinya di rumah AN. Nahasnya, pada mengambil Mbah Semi dilempar sandal jepit oleh pelaku.
Meski mendapatkan perlakukan yang kurang baik, Mbah Semi tetap kembali untuk mengambil pakaian yang tersisa. Di pengambilan kedua ini, korban sempat berbicara dengan nada tinggi kepada pelaku. Tak terima dengan omelan itu, pelaku emosi dengan mendatangi dan menarik rambut korban hingga jatuh terduduk di lantai.
Akibat perlakuan ini, korban mengerang kesakitan. Hasil pemeriksaan tim medis dari RSUD Wonosari dinyatakan Mbah Semi mengalami patah tulang di bagian panggul bagian kanan.
Baca juga: Ditolak Domain Internet, Aksara Jawa Belum Diakui sebagai Alat Komunikasi
Kapolsek Karangmojo, Kompol Sunaryo mengatakan, kasus penganiayaan Mbah Semi masih dalam proses penyidikan. Adapun dasar menindaklanjuti kasus ini karena adanya laporan polisi yang dibuat oleh keluarga korban.
Menurut dia, usai melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri ke Grobogan, Jawa Tengah. Namun demikian, AN sudah diamankan oleh petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan. “Masih kami sidik. Tapi untuk sementara, pelaku kami titipkan di tahanan Mapolres Gunungkidul,” kata Sunaryo kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).
Ia menjelaskan, hasil penyelidikan yang dilakukan antara korban dengan pelaku masih ada hubungan keluarga. Hal ini dikarenakan Mbah Semi masih berstatus nenek tiri oleh pelaku. “Keduanya juga sempat tinggal satu rumah,” katanya.
Sunaryo menegaskan, kasus tetap dilanjutkan untuk memberikan efek jera bagi pelaku. Terlebih lagi, penganiayaan ini terhitung keteraluan karena dilakukan kepada lansia. “Keluarga juga ngotot agar kasus ini diteruskan sehingga proses berlanjut ke penyidikan,” imbuhnya.
Baca juga: Kondisi Terkini Gunung Merapi: Lava Meluncur 19 Kali
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Sunaryo membenarkan adanya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh cucu terhadap neneknya. Meski demikian, kasus ini ditangani oleh Polsek Karangmojo. “Masih jalan kasusnya karena dalam proses melengkapi berkas. Untuk pelaku juga sudah ditahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan asal Riau meninggal saat melaut di Pelabuhan Sadeng, Gunungkidul. Korban sempat mengeluh sakit dada sebelum ditemukan meninggal.
BYD dikabarkan menyiapkan mobil listrik baru di bawah Atto 1 dengan harga sekitar Rp200 jutaan. Model ini berpotensi menjadi salah satu EV termurah di pasar glo
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.
Produk reksa dana terbuka (open-end) tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Jateng memperluas ekosistem layanan investasi sekaligus menghadirkan alternatif
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot memperluas trotoar ramah difabel agar aksesibilitas penyandang disabilitas tersedia di seluruh kawasan pedestrian.