MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan adanya klaster takziah di dua lokasi berbeda di Sleman, merupakan fenomena biasa yang muncul ketika masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan.
Fenomena tersebut juga terjadi di negara-negara seperti di Eropa ketika masa lockdown berakhir, warga melakukan euforia dan mengabaikan protokol kesehatan. Dampaknya kasus baru kembali meningkat. "Saat kasus mulai turun, masyarakat kemudian mengabaikan protokol kesehatan yang 3 M atau 5 M itu," katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (29/3/2021).
Riris tidak mengetahui pasti apakah penyebab klaster takziah ini dikarenakan Satgas Covid-19 tidak melakukan pengawasan secara optimal atau masyarakat sudah mulai kendor menerapkan protokol kesehatan. Yang pasti, katanya, adanya kerumunan orang sangat berpotensi menyebabkan terjadinya penularan. "Kalau sudah terjadi kerumunan, maka potensi penularan virus itu sangat besar. Makanya penting menerapkan protokol kesehatan," ujar Riris.
BACA JUGA: WHO: Covid-19 Mungkin Ditularkan Kelelawar ke Manusia Lewat Hewan Lain
Ke depan agar kasus serupa tidak terjadi lagi, Riris mengingatkan agar pencegahan penularan virus tersebut harus dilakukan bersama-sama. Tidak hanya Satgas, karena yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. "Jadi butuh kesadaran masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Savitri Nurmala Dewi mengatakan monitoring dan evaluasi untuk kegiatan Satgas di lapangan selama ini tetap dilakukan. Satgas dari tingkat kabupaten hingga padukuhan misalnya terus melakukan pengawasan dan penegakan aturan sesuai Instruksi Bupati Sleman. "Kami juga pernah berkoordinasi dengan kapanewon terkait pemantauan hajatan. Khusus untuk klaster takziah ini, pekan ini kami akan membahasnya," kata Evie.
Menurutnya, Satgas masing-masing wilayah tetap mengawal instruksi bupati tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro di Sleman untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Bahkan bupati dalam instruksinya sudah meminta agar kalurahan untuk menegakkan protokol kesehatan di rumah warga, lapangan terbuka, gedung pertemuan, serta tempat lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.
Pembangunan TPR Tepus Gunungkidul mulai berjalan dengan kontrak Rp728,1 juta. Sementara TPR JJLS masih menggunakan bangunan lama.
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor dan rujab Bupati Gowa terkait dugaan pemerasan, pungli, gratifikasi PBG 2025-2026 dan TPPU.