Kecelakaan Maut di Ringroad Wonosari, 2 Pemotor Meninggal
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Ilustrasi kampanye stop TBC./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kasus penderita TBC di Gunungkidul seperti gunung es karena banyak yang belum terdeteksi. Upaya penelusuran pun terus dilakukan agar target Indonesia bebas TBC di 2030 bisa tercapai.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, di 2020 diperkirakan ada 1.040 penderita TBC. Meski demikian, dari hasil penelusuran baru ditemukan sebanyak 344 kasus. Jumlah ini baru mencapai 33,07% yang diketemukan, sedangkan sisanya 66,93% masih belum terdeteksi keberadaanya.
Kondisi tersebut harus diwaspadai agar penularan tidak semakin meluas karena satu orang penderita bisa menularkan penyakit ke 10-15 orang. Sedangkan angka vatalitas penyakit TBC juga tinggi. Hal ini terlihat dari kasus yang ditemukan, dari 344 kasus, 27 pasien dinyatakan meninggal dunia.
BACA JUGA: Jenazah Gusti Hadi Akan Dimakamkan di Kotagede
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini mengatakan, penyakit TBC harus diwaspadai. Sedangkan untuk penanggulangan harus ditangani dengan benar agar penyakit ini bisa diatasi sehingga target 2030 Indonesia Bebas TBC dapat diwujudkan.
Meski demikian, lanjut dia, banyak tantangan yang harus dihadapi, khususnya menyangkut penelusuran pasien yang diidentifikasi terkena TBC. Pasalnya, pandemic corona ikut memberikan dampak terhadap upaya penelusuran, sedangkan warga yang menjadi suspek tidak berani ke layanan kesehatan karena takut divonis menderita Covid-19.
“Memang hampir ada kesamaan gejala TBC dengan corona, tapi semua itu bisa diketahui melalui tes,” katanya, Kamis (31/3/2021),
Menurut Diah, dengan berbagai permasalahan tersebut berdampak terhadap upaya penelusuran penderita. Pasalnya, dari target 1.040 penderita TBC baru, baru ditemukan 344 kasus. Sedangkan sisanya 696 penderita belum ditemukan dan berpotensi menularkan ke orang-orang yang kontak dengan pasien bersangkutan.
“Untuk perkiraan penderita TBC sudah ada perhitungannya yang mengacu pada standarisasi milik WHO. Tugas kita mencari menemukan dan mengobatinya hingga sembuh agar penularan tidak bertambah,” katanya.
Diah menuturkan, akan terus melakukan penelusuran. Untuk memaksimalkan hal tersebut, dinas kesehatan tidak bekerja sendirian karena bekerjasama dengan layanan kesehatan swasta, organisasi masyarakat yang bergerak di bidang tracing HIV dan TBC serta Perkumpulan Pemberantasan TBC Indonesia (PPTI). “Penelusuran akan dilakukan dengan melibatkan semua pihak agar hasilnya lebih maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 16 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 16 September 2026 tersedia menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Dugaan beras fortifikasi tak sesuai label ditemukan pemerintah. Harganya mencapai Rp57.000 per kilogram dan diduga rugikan konsumen Rp89 triliun.
Kebakaran hutan pinus di lereng Lawu mengancam satwa liar. Satu anak rusa ditemukan mati, sementara sarang Elang Ular Bido selamat.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 16 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.