Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Sejumlah murid kelas IX jenjang menengah mengikutiAsesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) secara tatap muka pada Senin (5/4) di SMPN 15 Kota Jogja. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA - Sejumlah murid kelas IX pada jenjang menengah di Kota Jogja melangsungkan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) secara tatap muka pada Senin (5/4/2021). ASPD yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat tersebut akan berlangsung hingga Kamis (8/4/2021) mendatang.
Plh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Dedi Budiono mengatakan, pelaksanaan ASPD yang berlangsung selama empat hari itu bertujuan untuk memetakan mutu pendidikan serta sebagai alat seleksi masuk di tingkat SMA/SMK negeri.
Sebelumnya, Disdikpora juga telah melakukan sosialisasi dan juga simulasi kepada wali murid dan para siswa. Sebab, sebagai program baru pengganti ujian nasional kebijkan ASPD diharapkan bisa berjalan dengan optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Ada empat mata pelajaran yang diajukan dalam ASPD ini yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan semuanya digelar berbasis komputer," jelasnya.
Dedi menerangkan, total ada sebanyak 64 sekolah yang melaksanakan ASPD di Kota Jogja. Jumlah itu terdiri dari 16 SMP Negeri, 42 SMP Swasta, dan enam MTs.
"ASPD secara tatap muka ini dipersiapkan secara matang jauh hari sebelumnya oleh pihak sekolah karena harus menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19 secara ketat," katanya.
Kepala Sekolah SMPN 15 Kota Jogja, Siti Arina Budiastuti mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan ASPD sejak Maret lalu di sekolah setempat.
Sekolah disebut dia telah membuat pintu masuk di sebelah barat dan keluar di sisi timur yang berbeda bagi para murid guna mencegah timbulnya kerumunan dan kontak langsung antar siswa.
"Ketika murid datang di pintu masuk langsung dicek suhu. Kalau suhunya dibawah 37,3 derajat nanti langsung masuk ke ruang transit. Sementara kalau yang diatas itu, akan diminta pulang dan ASPD nya nanti menyusul," ujarnya.
Setelah itu, oleh guru yang berjaga di pintu masuk murid akan diminta untuk mencuci tangan dan mempersiapkan diri sebelum masuk ke ruangan tes.
Pihak sekolah menyediakan sedikitnya delapan ruangan bagi murid untuk melaksanakan ASPD. Satu ruang kelas hanya memuat sebanyak kurang lebih 20 murid dan tiap kursi diberi jarak sejauh satu hingga satu setengah meter.
"Total ada sebanyak 318 murid kelas IX yang ikut serta dalam ASPD kali ini. Kami membaginya menjadi dua sesi dengan masing-masing sesi sebanyak 159 murid," jelasnya.
Masing-masing sesi akan berlangsung selama 100 menit. Jeda pergantian sesi dimanfaatkan oleh Satgas Covid-19 sekolah untuk melakukan sterilisasi ruangan serta mempersiapkan kelengkapan lainnya.
"Sesi pertama itu mulainya pukul 07.30 Wib dan yang kedua mulai pukul 11.00 Wib. Jadi ada jeda selama satu jam untuk melakukan sterilisasi dan kesiapan lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.