Jelang Ramadan Harga Telur dan Daging Ayam di Jogja Mulai Naik

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY, Aris Riyanta (kiri) bersama Kepala Kantor Wilayah IV KPPU RI, Dendy R Sutrisno (kedua dari kiri) saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Bringharjo, Sabtu (10/4/2021). - Harian Jogja/ Ujang Hasanudin.
11 April 2021 08:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Harga telur dan daging ayam mengalami kenaikan menjelang Ramdan ini. Berdasarkan pantauan di Pasar Bringharjo, harga telur saat ini berkisar antara Rp25.000-26.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp24.000 per kilogram.

Demikian harga daging ayam juga sudah sampai Rp40.000 per kilogram, lebih tinggi dari HET Rp35.000 per kilogram. “Sebelumnya harga daging ayam Rp35.000-36.000 per kilogram, kemudian tiga hari lalu naik lagi menjadi Rp28.000 per kilogram. Sekarang sampai Rp40.000 per kilogram,” kat Suharti, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Bringharjo, Sabtu (10/4/2021).

BACA JUGA : Harga Telur dan Daging Ayam di Pasar Bantul Mulai Naik

Menurut Suharti harga daging ayam tinggi karena pasokannya yang berkurang dari pemasok. Suharti biasanya menerima kiriman ayam potong dari pemasok di Imogiri Bantul. Karena pasokan berkurang, Suharti juga mengurangi pasokan dari yang biasanya 3-4 kwintal per hari menjadi satu kwintal per hari. “Karena kondisi begini [harga naik dan pandemic] tidak berani menyetok banyak,” ucap Suharti.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian DIY, Aris Riyanta mengatakan berdasarkan hasil pemantauan bersama Kantor Wilayah IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, secara umum ketersediaan bahan pokok cukup dengan harga yang relatif stabil, “Memang harga daging ayam relatif tinggi karena permintaan tinggi,” kata Aris.

Selain harga daging ayam yang tinggi, Aris mengatakan harga telur ayam negeri juga ada sedikit kenaikan. Namun demikian kenaikan tersebut diakui Aris masih cukup wajar karena permintaan tinggi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional dan Ramadan.

BACA JUGA : Harga Telur dan Daging Ayam di Jogja Turun

Selain karena menjelang Ramadan, kata Aris, harga telur tinggi karena masyarakat penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dari pemerintah juga mewajibkan salah satunya telur menjadi komoditasnya. “Harapan sampai jelang Idulfitri harga [kebutuhan pokok] stabil,” kata Aris.

Namun demikian untuk kebutuhan lainnya seperti minyak gorong, bawang merah, bawang putih, beras, dan gula pasir cenderung stabil, bahkan cabai cenderung menurun. Harga sayuran juga cenderung stabil. “Telur tadi antara 24.000-26.000 per kilogram, cabai 60 ribuan perkilogram, daging ayam sekitar 35.000-40.000 per kilogram,” ucap Aris.

Sekedar diketahui cabai terpong merah naik dari harga Rp40.000 menjadi Rp60.000, rawit merah turun dari Rp75.000 menjadi Rp60.000, cabai kriting turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000, cabai hijau naik sedikit dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 perkilogram, rawit hijau turun dari Rp70.000 menjadi Rp60.000, cabai terpong hijau turun ari Rp30.000 menjadi Rp25.000, tomat stabil diharga Rp8.000-10.000 per kilogram.

BACA JUGA : Permintaan Telur Ayam Turun Sejak PPKM, Harga Anjlok

“Sayuran turun antara Rp1.000-2000, mulai urun, barang mudah didapat,” kata Ida Habibah, salah satu pedagang sayuran.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah IV KPPU RI, Dendy R Sutrisno mengatakan jawatannya ikut memantau harga kebutuhan pokok bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok lancar dan tidak ada hambatan menjelang Ramadan ini.

“Sesuai prediksi kami jelang Hari Besar Keagamaan pemerintah perlu meberikan siyalemen, kondisi ril barang ada kalaupun ada kenaikan dinilai dinas dalam kerangka terjangka,” kata Dendy.

“Kami pastikan tidak ada hambatan pasokan, kalau ada sampai ada hambatan pasokan maka urusannya dengan penghambatan pasokan dan penimbunan bisa berurusan dengan kami. Kita tidak ingin puasa dan Ifulfitri ada kericuhan yang sebenarnya bisa ditangani,” ujar Dendy.