Tarif Trans Jogja Mulai Rp500, Ini Daftar Rute Aktif 2026
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membentuk 75 Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di 75 kalurahan untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan.
Keberadaan lembaga yang dibentuk di tingkat kalurahan ini diharapkan memudahkan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) untuk menjangkau layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.
BACA JUGA: Jual Tembakau Sintetis di Bantul, Warga Klaten Diringkus
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pemkab Bantul, Didik Warsito mengatakan surat keputusan (SK) pembentukan puskesos telah diterbitkan Jumat (11/4). Dengan adanya SK pembentukan puskesos di setiap kalurahan, maka setiap kalurahan tinggal melengkapi sarana dan prasarana. “Adapun untuk peran dan fungsi dari puskesos ini adalah mendukung program Sistem Layanan Rujukan Terpadu [SLRT] Dinsos P3A,” katanya, Minggu (11/4/2021).
Menurut Didik, sebelum adanya puskesos layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan selama ini langsung dilakukan oleh SLRT Dinsos P3A. Padahal, SLRT adalah lembaga yang mengurusi 26 jenis PMKS. Alhasil, sistem pelayanan one stop service tidak bisa dimaksimalkan. Sebab, koordinasi yang lambat membuat program pengentasan kemiskinan sulit dipercepat.
“Setiap kalurahan ada petugas yang khusus melayani masalah ini. Selama ini meski sudah ada, tetapi penanganan masalah sosial tidak bisa maksimal. Nantinya SLRT Dinsos hanya akan mem-backup, semisal jika kalurahan tidak punya anggaran, maka nanti bisa meminta anggaran dari Dinsos,” katanya.
BACA JUGA: Badai Seroja Tenggelamkan Sebagian Desa di NTT
Sekretaris Asosiasi Pemerintah Daerah (Apdesi) Bantul, Mahardi Badrun mengaku sampai saat ini belum mengetahui terkait dengan SK pembentukan puskesos. Selain itu, perangkat kalurahan di Bantul juga belum mendapatkan sosialisasi pembentukan puskesos.
“Selain itu, petugas di kalurahan juga terbatas. Teman-teman pamong selama ini merangkap jabatan di Forum Penanggulangan Risiko Bencana, Satgas Covid-19 dan lembaga lain. Jika nantinya ada puskesos, biaya operasional dan penanganan dari mana? Karena kami sampai saat ini belum mengetahui,” ucap Badrun.
Selain mempercepat layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, Didik mengungkapkan saat ini Dinsos menyusun strategi untuk menciptakan Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) serta ramah terhadap perempuan dan penyandang difabel. Sebab, data di 2020 angka kekerasan terhadap anak cukup tinggi. “Harapannya, di 2023 Bantul sudah sebagai kabupaten layak anak,” terang Didik.
Adapun upaya yang ditempuh yakni dengan memberikan pelayanan dasar secara inklusif dan ramah terhadap anak. “Karena KLA ini juga masuk prioritas kami di tahun ini,” ucap Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny