Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan Ramai, Jaga Jarak Terabaikan

Masyarakat berkegiatan di sekitar Kampung Ramadhan Jogokariyan, Selasa (13/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
13 April 2021 21:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Pada hari pertama puasa, Selasa (13/4/2021) Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan, Mantrijeron, terpantau ramai. Banyak pengunjung yang memadati area Masjid Jogokariyan dan sepanjang jalan Jogokariyan. Kepadatan ini menimbulkan beberapa kerumunan, termasuk di pedagang-pedagang makanan yang menjajakan dagangannya.

Para pedagang berjualan dari sekitar pukul 14.00 sampai 18.30 WIB. Menurut Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan Tahun 2021, Muhammad Syafiq, untuk mencegah atau memecah kerumunan, petugas dari kepolisian, TNI, dan Satuan Tugas (satgas) Covid-19 Masjid Jogokariyan akan memantau dan mengingatkan.   

“Berikhtiar membuat satgas sendiri, ini salah satu ikhtiar apabila ada kerumunan bisa kami ingatkan dengan cara halus lebih dahulu. Pemecah titik kerumunan karena ini pasar, [jadi] kondisional saja. Sebisa mengkin menghindari kekerasan,” kata Syafiq pada Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Belasan Peserta UTBK di UGM Kedapatan Tak Bawa Surat Kesehatan, Ini Tindakan Satgas

Tidak hanya di lapak pedagang, kerumunan yang lebih besar terjadi saat petugas Masjid Jogokariyan bagikan makanan buka puasa pada masyarakat. Banyak orang yang berebut dan saling berdesakan.

Untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes), panitia Kampung Ramadhan menyediakan tujuh titik hand sanitizer dan empat titik wastafel. Apabila nantinya dirasa kurang, akan ada penambahan. Selain itu, pada 18.30 WIB akan ada penyemprotan disinfektan di sekitar pasar sore.

Tahun ini, ada 179 lapak pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Jogokariyan. Jumlah ini lebih sedikit dari kondisi sebelum pandemi Covid-19 dengan jumlah lapak sekitar 200-230 unit. Jarak satu lapak dengan lainnya sekitar 2 sampai 2,5 meter.

“Dulu bisa bersandingan [satu lapak dengan lainnya]. Kami untuk aturannya, selain harus menerapkan prokes, juga menutup aurat [bagi pedagang],” kata Syafiq.

Baca juga: Pemkab Sleman Terbitkan Aturan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Ini Isinya

Meski pandemi, Pasar Sore tahun ini tetap berlangsung. Keputusan ini berkaca dari tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2020, panitia Kampung Ramadan Masjid Jogokariyan tidak selenggarakan pasar sore. Namun kebiasaan adanya pasar sore di Jogokariyan tetap terpatri pada masyarakat. Akhirnya muncul lapak-lapak “liar”.

Tidak hanya itu, ada pihak ketiga yang kemudian meminta biaya lapak. Padahal sejak pasar sore ada pada 2004, panitia tidak pernah mematok tarif untuk lapak. Mereka hanya mengedarkan kotak infak dan pedagang mengisi seikhlasnya.

“Kami panitia tidak bisa mengatur. Kalau kami adakan [resmi] seperti ini, kami ada hak untuk mengatur,” kata Syafiq.

Tahun ini Kampung Ramadan Jogokariyan mengusung tema Bangkitkan Iman Melawan Covid-19. Membangkitkan iman ini salah satunya dengan cara bangkitkan sektor ekonomi. Pemerintah Kota Jogja membolehkan Kampung Ramadhan digelar. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, selain menerapkan protokol kesehatan, jarak satu penjual makanan dengan lainnya minimal lima meter.

“Dan direkomendasikan untuk drive thru,” kata Heroe saat ditemui di sela-sela acara pada Minggu (11/4/2021).

Untuk jarak antar lapak, panitia Kampung Ramadhan tetap menggunakan standar mereka. Sementara untuk sistem drive thru, panitia belum bisa melaksanakan. “Belum bisa, satu sisi pedagangnya beraneka ragam. Ini juga jalanan umum, jadi belum bisa menerapkan seperti [sistem drive thru] itu,” kata Syafiq.

Salah satu pengunjung, Dimas Faisal Haryono, 31, merasa senang dengan acara Kampung Ramadan di Jogokariyan. Hampir setiap tahun dia berkunjung ke sini. Hanya tahun lalu saja dia absen. “Di masa Covid-19 bisa juga buat hiburan, selama ini enggak ke mana-mana,” kata Dimas.

“Selama kita mengikuti protokol kesehatan yang ada, Insyaallah aman-aman aja sih,” katanya terkait khawatir tidaknya dengan kerumunan orang yang berpotensi menyebarkan Covid-19.