Ini Penyebab Sleman Diselimuti Zona Merah Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
14 April 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebagian besar kecamatan di Sleman masuk dalam zona merah Covid-19. Pemkab membeberkan penyebab Covid-19 bergejolak di wilayah ini.

Sebanyak 13 kapanewon di wilayah Sleman masih termasuk zona merah dan empat kapanewon lainnya masuk zona oranye. Terkait masih tingginya penyebaran kasus Covid-19 di Sleman ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan data epidemologi kasus Covid-19 per 11 April, penyebaran kasus Covid-19 di Sleman masih tinggi. Terbukti, 13 kapanewon masih masuk zona merah. Meliputi, Kapanewon Gamping, Moyudan, Seyegan, Mlati, Depok dan Berbah. Selain itu, Kapanewon Kalasan, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan.

BACA JUGA: Ini Bahaya Pakai Masker Lebih dari 6 Jam

Adapun empat kapanewon yang masuk zona oranye, meliputi Kapanewon Godean, Minggir, Prambanan dan Ngemplak. Tidak ada zona kuning apalagi zona hijau untuk tingkat kapanewon. Terkait masih tingginya kasus penyebaran Covid-19, Sleman sampai saat ini masih termasuk kabupaten zona merah.

Sebab, angka penularan Covid-19 di Sleman rata-rata 1.12 di atas rata-rata nasional 0,88. Kasus aktif di Sleman mencapai 9.02 melebihi rata-rata nasional 7.02. Rata-rata kesembuhan pasien 08.21 masih dibawah rata-rata nasilnal 90.27. Adapun kasus kematian 2.77 di atas rata-rata nasional 2.71.

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo, Rabu (14/4/2021) menyatakan penambahan zona merah terjadi lebih disebabkan karena masyarakat mulai longgar menerapkan protokol kesehatan.

Sekadar diketahui, lonjakan kasus ditemukan setelah ada dua klaster takziah di dua padukuhan di Sleman. Selain klaster takziah di Dusun Blekik, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, klaster lelayu lainnya terjadi di Dusun Plalangan, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman.