Pesantren Ini Bekali Santri dengan Hafalan Quran & Kemampuan Berwirausaha

Bangunan Pesantren Tahfidz Al Quran Suluh Melayu di Jalan Gambiran, Umbulharjo, Kota Jogja. - Ist.
20 April 2021 06:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah pesantren Tahfiz Quran dibangun di Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja. Pesantren dengan bangunan gedung senilai Rp5,3 miliar ini akan menambah khasanah keilmuan bagi calon penghafal Quran di Jogja. Lembaga Pendidikan ini bernama Pesantren Tahfidz Al Quran Suluh Melayu. Selain memberikan bekal menghafal Quran, santri di pesantren ini juga diberikan kemampuan berwirausaha.

Ketua Pesantren Tahfidz Al Quran Suluh Melayu Noor Aslan menjelaskan pesantren itu dibangun dengan empat lantai senilai Rp5,3 miliar. Gedungnya sangat representatif dilengkapi asrama, masjid dan beragam fasilitas santri. Dana tersebut berasal dari donatur masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada tahap awal akan lebih dahulu dibuka untuk santri putra untuk lulusan jenjang SMA hanya dibatasi enam orang saja. Adapun perekrutan santri secara khusus bagi mereka yang memiliki kesadaran untuk mendalami Quran.

“Untuk santrinya nanti campuran, ada yang masuk dengan beasiswa dan ada juga yang mengeluarkan biaya seperti sekolah pada umumnya. Dengan pertimbangan, ketika ada biaya yang dikeluarkan maka santri memiliki tanggungjawab untuk menghafal,” katanya dalam keterangan persnya, Senin (19/4/2021).

Kepala Bidang Pendidikan Pesantren Tahfidz Al Quran Suluh Melayu Asnar Ridwan menambahkan pembukaan pesantren itu diharapkan dapat menambahkan khasanah ilmu quran. Sekaligus memberikan pemahaman santri untuk mengamalkan dengan berbuat baik di tengah masyarakat.

Menurutnya selain menghafal Qur’an para santri akan diberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi serta kewirausahaan sebagai bekal di kehidupannya. “Selain bisa menghafal Quran, kami ingin melahirkan santri yang memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga dalam prosesnya akan kami bekali entrepreneurship dalam pembelajarannya,” ujarnya.