Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo Ditargetkan Fungsional Saat Libur Nataru
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 90% dan ditargetkan fungsional saat libur Nataru 2026/2027.
GKR Hemas mengunjungi lokasi penambangan pasir di muara Sungai Opak pada Senin (19/4/2021)-Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Praktik penambangan pasir ilegal di muara Sungai Opak, Kretek tak kunjung berhenti meski sudah didemo warga dan didatangi aparat. Penambang hanya bergeser tak jauh dari titik semula, namun aktivitas penambangan terus dilakukan.
Koordinator Tolak Tambang Pasir, Setyo tak menampik adanya fakta bergesernya para penambang dari sempadan selatan Hutan Mangrove Baros ke area timur. "Di Jembatan Kretek 2 JJLS itu tadi ada satu dua aktivitas penambangan. Tapi kalau untuk sempadannya, gumuk pasir pembatas antara sungai, laut dan daratan nihil penambang," terangnya pada Rabu (21/4/2021).
"Kalau kita sudah berserah bagaimana regulasi itu diaktivasi. Misalnya nanti sempadan itu masih disentuh, mungkin ada beberapa rencana tindak lanjut," imbuhnya.
BACA JUGA: 4 Kunci Raffi Ahmad Jadi Pengusaha Sukses, Bisa Ditiru Siapa Saja
Setyo mengamati sudah sejak beberapa hari, para penambang pasir tak berani menyentuh area sempadan. Tepatnya pasca dilakukan demo warga tolak tambang pada akhir pekan lalu. Apalagi Senin lalu Anggota DPD RI sekaligus permaisuri Sultan HB X, GKR Hemas juga melihat langsung lokasi tambang ilegal. "Baru tiga hari ke belakang enggak menambang di sempadan. Dari demo sampai hari ini sempadannya steril. Malam juga enggak ada," tuturnya.
Tiga hari steril dari penambangan, menurut Setyo area sempadan jadi lebih terjaga dari kerusakan. "Tiga hari steril dampaknya ya pengurangan jumlah kubikasi pasir tidak berlanjut terus. Hari ini sama kemarin, gelombang tinggi bisa tersapu bersih. Kemarin itu kalau gelombang agak tinggi dihantam satu kali gelombang ke sempadan itu bisa rata lagi," ungkapnya.
"Kalau dihabiskan sempadan itu oleh penambangan pasir itu ombaknya bisa langsung menghantam ke mangrove. Ombaknya itu yang mengakibatkan tebing-tebing Sungai Opak sebelah utara itu kan hempasannya kuat. Arusnya kuat, kembali ke lautnya membawa tanah, jadilah abrasi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 90% dan ditargetkan fungsional saat libur Nataru 2026/2027.
Prabowo meminta warga Jakarta, Banten, dan Lampung waspada erupsi Anak Krakatau, mematuhi zona bahaya, serta menggunakan masker.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.