Hadapi Porda 2027, Gunungkidul Mulai Pemusatan Latihan Atlet
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Salah seorang nasabah sedang melakukan pengisian formulir untuk bertransaksi di PT BPR BDG Gunungkidul di Jalan Brigjen Katamso, Wonosari, Kamis (22/4/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, WONOSARI – PT BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG) sejak awal April ini meluncurkan program kredit murah untuk UMKM di Bumi Handayani. Diharapkan program ini dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
Kepala Divisi Bisnis, PT BPR BDG, Sugihandono mengatakan, ada dua program untuk pemulihan ekonomi akibat dampak dari corona. Program pertama bertajuk kredit usaha kreatif (Solutif) dengan plafon pinjaman sampai Rp300 juta dan angsuran maksimal lima tahun. Sedangkan program kedua kredit Merapi dengan plafon pinjaman maksimal Rp10 juta dengan angsuran maksimal tiga tahun.
BACA JUGA : BDG Bagikan Dua Mobil kepada Nasabah dari Rongkop
“Untuk bunga ringan. Kredit solutif dengan bunga 0.75% sedang Merapi 0,5% per bulannya,” kata Sugi, Kamis (22/4/2021).
Ia menjelaskan, program ini dapat membantu pelaku UMKM untuk penguatan modal. Sugi tidak menampik adanya pandemi membuat pelaku usaha membutuhkan penguatan dana sehingga BDG hadir memberikan bantuan yang diharapkan.
“Kami terus sosialisasikan program ini karena bisa diakses masyarakat secara luas,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Direktur Bisnis, PT BPR BDG, Suci Sulistyowati. Menurut dia, dua kredit ini sangat murah dan pencairan bisa dilakukan secara cepat. “Syaratnya juga mudah karena yang terpenting memiliki usaha bisa mengakses kredit ini,” katanya.
BACA JUGA : Terdampak Corona, 640 Nasabah BDG Minta Keringanan
Suci mengakui, dampak pandemi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat karena sektor perbankan ikut terpukul. Meski demikian, ia mengakui BDG masih tetap dapat tumbuh positif. Hal ini terlihat dalam pencapaian di akhir 2020.
Ia menjelaskan, posisi aset BDG sudah mencapai Rp497 miliar. Untuk penghimpunan dana pihak ketiga, yang berasal dari tabungan mencapai Rp211 miliar dan deposit sebesar Rp129 miliar. “Untuk penyaluran mencapai Rp381 miliar,” kata Suci.
Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran pegawai. Salah satunya dengan melakukan sistem jemput bola ke nasabah. Penjemputan tidak hanya dilakukan di kawasan pasar-pasar dan taman kuliner namun juga sampai ke kawasan pantai.
“Sistem jemput bola kami maksimalkan sehingga hasilnya bisa dilihat pertumbuhan BDG bisa tetap positif meski adanya pandemi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
BKSDA Yogyakarta mendalami kemunculan Monyet Ekor Panjang di Hargowilis. SM Sermo ditegaskan bukan habitat alami primata tersebut.
Polisi menangkap dua pelaku pencurian Rp14,5 juta dari laci SPBU Salaman, Magelang. Keduanya dibekuk enam hari setelah kejadian.
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.
Turis Eropa ke Sleman naik 50% saat high season. HPI Sleman menyoroti destinasi yang mendadak tutup dan aturan booking wisata.
Bank Indonesia memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk mendorong efisiensi biaya transaksi