56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Foto ilustrasi. /Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 640 nasabah di Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Gunungkidul (BPR BDG) mengajukan keringanan pembayaran angsuran. Pengajuan ini dilakukan sebagai dampak pandemi Corona.
Direktur Bisnis BPR BDG Gunungkidul, Suci Sulistyowati, mengatakan pandemi Corona berdampak terhadap semua sektor, termasuk di dalamnya perbankan. “Tentunya berpengaruh terhadap target di 2020. Meski demikian, kami tetap berusaha mencapainya,” kata Suci, Rabu (1/7/2020).
Untuk sektor kredit, ia tidak menampik ikut berpengaruh. Total hingga saat ini BDG memiliki nasabah yang berasal dari UMKM sebanyak 3.800 rekening. Akibat pandemi Corona, banyak nasabah yang mengajukan keringanan sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat. “Total ada 640 nasabah yang mendapatkan keringanan. Kalau pengajuan lebih banyak lagi, tetapi untuk pemberian keringanan harus dikaji, salah satunya nasabah benar-benar terdampak Corona,” katanya.
Di tengah grafik pertumbuhan ekonomi yang menurun, BDG harus berjuang agar likuiditas tetap terjaga. Selain terus berusaha menarik dana pihak ketiga melalui program tabungan maupun deposito, BDG juga melakukan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit sehingga potensi macet bisa diantisipasi. “Kami prioritaskan nasabah lama. Tetapi nasabah baru juga tetap dibidik, namun harus melalui kajian yang matang agar tidak terjadi kredit macet. Sebab, jika itu terjadi maka berpengaruh terhadap performa di BDG,” tuturnya.
Secara umum, Suci mengakui kinerja BDG masih bagus. Adapun aset yang dimiliki mencapai Rp462 miliar. Sebanyak Rp92,6 miliar merupakan hasil penyertaan modal dari Pemkab Gunungkidul. “Untuk saat ini kami tengah berproses perubahan badan hukum dari Perusahaan Daerah menjadi PT,” katanya.
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Sugito, mengatakan sebagai bank milik Pemkab BDG sudah seharusnya ikut berpartisipasi dalam membantu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya memberantas adanya praktik renternir di tengah masyarakat. “BDG merupakan bank daerah, sehingga harus ikut membantu program kerja dari Pemkab,” katanya.
Menurut dia, BDG memiliki peran yang sentral dan strategis dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul. “Lokasi kantornya sudah strategis dan memiliki banyak cabang, jadi keberadaannya harus benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Pegadaian meraih 10 penghargaan di TBCCI 2026, sebagai bentuk transformasi layanan dan penguatan customer experience melalui teknologi, proses, dan SDM.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback.