Gunadi Berada di KRI Nanggala-402, Orang Tua di Bantul Gelar Doa Bersama

KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto, 24, salah satu kru kapal selam KRI Nanggala-402. - Harian Jogja/Jumali
24 April 2021 01:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Keluarga KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto, 28, salah satu kru kapal selam KRI Nanggala-402 berharap warga RT 03 Pedukuhan Ngreco, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul itu berhasil dievakuasi dan selamat.

"Saya berharap anak saya bisa dievakuasi dan selamat," kata Ayah Gunadi, Sunaryo saat ditemui di rumahnya, Jumat (23/4/2021).

Pria berusia 48 tahun ini mengaku kali pertama mendapatkan kabar terkait anaknya dari menantunya, Dwi Ari Astanti, Rabu (21/4/2021) malam. Saat itu, menantunya yang hamil tujuh bulan mengatakan jika kapal yang ditumpangi oleh Gunadi hilang kontak.

Baca juga: Menhub Setop Penerbangan dari dan ke India

Usai mendapatkan kabar tersebut, dirinya terus memantau perkembangan berita terkait dengan kapal selam KRI Nanggala-402.

Mendapat kabar itu, Sunaryo memastikannya dengan mengikuti perkembangan berita baik dari online hingga elektronik.

"Setelah itu bisa dipastikan anak saya menumpangi kapal tersebut," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, anak pertamanya ini mulai menjadi anggota TNI AL pada 2014 silam. Awalnya, anak pertama dari dua bersaudara ini bertugas di Koarmada 1. Setelah itu, anaknya sekolah lagi di sekolah kapal selam dan pindah di armada II di Surabaya.

"Dia di bagian sonar. Jika mengacu pada manifest kapal dia tercatat di nomor 46," jelasnya.

Baca juga: Menkes Sebut Mutasi Covid-19 di Indonesia Sudah Ada Sejak Mei 2020

Menurut dia, dirinya berkomunikasi terakhir dengan anaknya pada akhir bulan lalu. Saat itu, Gunadi pulang dan menggelar acara 7 bulanan dan dihadiri oleh istrinya. Selain itu, istri dari Gunadi yang saat ini tinggal di Purworejo juga ada rencana boyongan ke Seloharjo mendekati persalinan.

"Setelah itu, kontak terakhir lewat telepon, Minggu lalu. Dia pamitan sama ibunya mau berangkat berlayar. Setelah itu tidak ada kontak lagi, HP-nya juga tidak aktif. Tahu-tahu Rabu ada kabar kalau kapalnya hilang kontak," papar Sunaryo.

Sunaryo sendiri belum mendapatkan informasi lanjutan dari TNI AL dan pemerintah. Selain itu, belum ada rencana dari keluarga untuk berangkat ke Jawa Timur untuk menanyakan kabar tentang anaknya.

Kendati demikian, Sunaryo berharap anaknya mampu dievakuasi dan selamat.

"Kami berharap dia selamat," ucapnya.

Sementara Ketua RT 03 Pedukuhan Ngreco, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Sugiman menuturkan, begitu mendengar kapal yang ditumpangi Gunadi hilang kontak, keluarga dan tetangga melakukan doa bersama, Kamis (22/4/2021) malam.

"Doa bersama sudah digelar semalam di Masjid usai salat tarawih. Untuk Gunadi sendiri kami mengenalnya sebagai pemuda yang baik," ucap Sugiman.

Sebagaimana diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Utara Bali pada 21 April 2021 dan hingga kini masih dalam pencarian.