Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
KLS Isy Gunadi Fajar Rahmanto, 24, salah satu kru kapal selam KRI Nanggala-402. /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL--Fakta baru terungkap terkait dengan Gunadi Fajar Rahmanto, pemuda asal Bantul dan merupakan salah satu kru kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang.
Pria berusia 28 tahun tersebut ternyata baru dua kali berlayar bersama dengan KRI Nanggala-402.
"Iya, baru dua kali. Yang pertama pada 13 April lalu. Yang terakhir, Senin (19/4/2021), sebelum akhirnya Rabu dinyatakan hilang kontak," kata ayah dari Gunadi Fajar Rahmanto, Sunaryo, 48, Minggu (25/4/2021).
Sunaryo menambahkan, selama ini putra pertamanya tersebut biasa bertugas sebagai sopir dari Komandan KRI Nanggala-402, Letkol Laut Heri Oktavian.
"Saat berlayar untuk kali kedua, anaknya saya diminta untuk mendampingi komandannya," lanjut Sunaryo.
BACA JUGA: Menag Doakan Awak KRI Nanggala-402: Semoga Mereka Syuhada
Menurut Sunaryo sampai saat ini dirinya bersama keluarga masih menunggu informasi lanjutan dari TNI AL tentang Nanggala-402. Oleh karena itu, belum ada keputusan apakah akan berangkat ke Surabaya untuk melihat pencarian anaknya.
"Kami ikut saja nanti. Selama ini mantu saya tetap memantau dan berkomunikasi dengan istri dari awak kapal. Kami sendiri selalu menggelar doa bersama seusai salat tarawih dan meminta ada mukjizat agar anak kami diketemukan dengan selamat," harapnya.
Sementara simpati dan dukungan moral diberikan oleh Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY Sri Suryawidati dan istri Bupati Bantul Emi Masruroh. Keduanya bersama dengan rombongan mendatangi kediaman Sunaryo, Minggu (25/4/2021).
"Kami berharap ada mukjizat agar Gunadi bisa ditemukan dengan selamat," kata Sri Suryawidati.
Sunaryo menambahkan sampai saat ini dirinya terus mengikuti perkembangan berita baik dari online hingga elektronik.
"Setelah itu bisa dipastikan anak saya menumpangi kapal tersebut," lanjutnya.
Ia mengungkapkan, anak pertamanya ini mulai menjadi anggota TNI AL pada 2014. Awalnya, anak pertama dari dua bersaudara ini bertugas di Koarmada 1. Setelah itu, anaknya sekolah lagi di sekolah kapal selam dan pindah di armada II di Surabaya.
"Dia di bagian sonar. Jika mengacu pada manifest kapal dia tercatat di nomor 46," jelasnya.
Menurut dia, dirinya berkomunikasi terakhir dengan anaknya pada akhir bulan lalu. Saat itu, Gunadi pulang dan menggelar acara 7 bulanan dan dihadiri oleh istrinya. Selain itu, istri dari Gunadi yang saat ini tinggal di Purworejo juga ada rencana boyongan ke Seloharjo mendekati persalinan.
"Setelah itu, kontak terakhir lewat telepon, Minggu lalu. Dia pamitan sama ibunya mau berangkat berlayar. Setelah itu tidak ada kontak lagi, HP-nya juga tidak aktif. Tahu-tahu Rabu ada kabar kalau kapalnya hilang kontak," papar Sunaryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.