Begini Kronologi Sate Beracun dari Perempuan Misterius yang Tewaskan Bocah di Sewon

Bandiman ayah bocah bernama Naba Faiz Prasetya yang meninggal dunia setelah memakan sate beracun dari orang tak dikenal menunjukkan foto kenangan anaknya yang masih tersimpan di smartphone-nya, Senin (26/4/2021) di kediamannya di daerah Sewon, Bantul-Harian Jogja - Yosef Leon
26 April 2021 19:07 WIB Yosef Leon Pinsker Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Naba Faiz Prasetya, 10, bocah kelas IV SD Muhamadiyah Karangkajen IV meninggal dunia setelah menyantap sebungkus sate yang diduga beracun. Sate tersebut diperoleh Bandiman, 47, ayahnya yang merupakan ojek online (ojol) dari wanita tak dikenal, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Bandiman saat ditemui di kediamannya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu kemarin sekitar pukul 15.30 Wib. Saat itu dia hendak berangkat bekerja sehabis salat Asar di salah satu masjid di Jalan Gayam, Umbulharjo. Namun saat hendak berangkat dia dihampiri oleh seorang wanita dan dimintai tolong untuk mengantarkan paket berbuka puasa ke alamat seorang.

"Saya bilang pakai aplikasi saja tapi dia tidak mau karena dibilang enggak punya. Dia langsung kasih alamat dan nomor HP trus suruh kirim ke alamat pak Tomy di Kasihan dan bilang dari Pak Hamid. Saya minta ongkosnya Rp25.000 tapi dia kasih Rp30.000, tapi dia tidak kasih nomor telepon dari pengirim," kata Bandiman.

BACA JUGA: Sepuluh SD dan SMP Kota Jogja Gelar Uji Coba PTM Akhir April

Dia lantas mengirim paket tersebut ke alamat tujuan. Sesampainya di lokasi dia menelepon si penerima, namun si penerima masih di luar kota dan meminta agar paket tersebut dikomunikasikan kepada istrinya yang berada di rumah. "Tapi istrinya tidak mau terima karena bilang tidak kenal sama Pak Hamid dan suruh agar paketnya dibawa saja untuk saya buat buka puasa, lalu saya bawa pulang," ujarnya.

Sesampainya di rumah Bandiman langsung membuka paket makanan itu dan disantap oleh anggota keluarganya. Dia masih sempat memakan sate sebanyak dua tusuk dan tidak merasakan apa-apa, begitu pula dengan anak pertamanya. "Sebenarnya Naba ada juga dapat takjil dari TPA yakni Gudeg tapi karena dia memang suka sate jadi ditukar. Saya masih sempat makan dua tusuk dan tidak apa-apa. Tapi karena Naba dan istri saya makannya dicampur dengan bumbunya makanya keracunan," jelas dia.

Setelah memakan sate yang dicampur bumbu itu, Naba langsung merasakan pahit di tenggorokan. Dia juga sempat meminum air beberapa teguk untuk membantu sate yang terasa pahit masuk ke dalam perut. Sehabis itu dia muntah di dapur dan langsung tergeletak serta mulut mengeluarkan busa. "Nafasnya sudah satu-satu pas disitu dan langsung saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa," ujarnya.

Istri Bandiman yang memakan sate dicampur bumbu juga merasakan demikian. Namun, karena belum masuk semua dia berusaha memasukkan jarinya ke dalam tenggorokan untuk mengeluarkan sate beserta bumbunya dan lantas muntah. "Istri saya tidak apa-apa cuman muntah saja," terangnya.

Sesampainya di rumah sakit sekitar pukul 18.50 Wib Naba dinyatakan dokter meninggal dunia akibat racun. Menurut Bandiman, dokter menyatakan bahwa racun yang terdapat pada bumbu sate itu lebih keras dibanding dengan racun hama pertanian. "Baunya menyengat sekali memang dan waktu di dalam mobil itu seperti bau gosong terbakar," katanya.

Kini pihaknya berharap agar polisi segera menguak kasus tersebut itu dan berhasil menangkap perempuan yang diduga memberikan racun pada makan itu. "Saya sudah lapor polisi dan tadi beberapa anggota juga sudah datang untuk tanya-tanya," jelas Bandiman.

Sementara, Kapolsek Sewon, Kompol Suyanto mengatakan, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Upaya itu dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya Naba karena keracunan atau tidak. "Saat ini masih kami selidiki, ini anggota juga ke lokasi kejadian lagi untuk olah TKP," ujarnya.