Masjid Jogokariyan Jogja Buka Donasi untuk Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala-402

Kapal Selam KRI Nanggala-402 saat tengah bersandar di pelabuhan Indah Kiat di Merak, Banten. - Antara/Asep Fathulrahman
27 April 2021 20:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Takmir Masjid Jogokariyan membuka donasi pembelian kapal selam pengganti Nanggala 402 yang mengalami kecelakaan di perairan Bali dan menyebabkan gugurnya 53 persnel TNI Angkatan Laut (AL).

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir mengatakan awalnya donasi untuk pembelian kapal selam pengganti Nanggala 402 dilakukan oleh anak-anak masjid Jogokariyan, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya, Mohammad Zaenal.

Banyak juga masyarakat yang meminta agar penggalangan dana dilanjutkan. Akhirnya pengurus masjid membuka donasi sampai sebulan ke depan. Donasi akan dicek setelah satu bulan ke depan, “Nanti dana yang terkumpul berapa pun kalau bisa mencapai pembelian [sesuai harga kapal sekelas Nanggala 402] akan dibelikan, kalau tidak akan diserahkan kepada Kasal [Kepala Staf TNI Angkatan Laut] untuk dapat diteruskan [ditambahi] anggaran Angkatan Laut sendiri untuk beli kapal,” kata Jazir, saat dihubungi Selasa (27/4/2021).

BACA JUGA: Munarman Ditangkap, 60 Personel TNI-Polri Geledah Bekas Markas FPI

Sambil membuka donasi, pengurus masjid juga mencari informasi harga kapal selam sekelas Nanggala 402. Dari informasi yang diperoleh, kata Jazir, konon harganya Rp1,7 trliun jika dibuat dari dalam negeri. Namun jika membeli kapal serupa buatan Korea harganya mencapai Rp4,7 triliun. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PT. PAL terkait mekanisme pembelian kapal selam.

Jazir meyakini banyak mayarakat yang ingin berdonasi, bergerak membantu angkatan perang Indonesia. Dia teringat sejarah pembelian pesawat pertama kali milik Indonesia juga atas iuran rakyat Aceh, bukan dari APBN atau hutang dari luar negeri. Demikian ketika Negara Indonesia baru saja memproklamasikan diri dan tidak punya uang untuk melanjutkan pemerintahan akhirnya disumbang oleh Sultan HB IX sebesar 6,5 gulden.

“Saya kira dimulai dari niat anak-anak yang penuh imajinasi. Kita dukung dan kalau ini jadi gerakan rakyat saya kira Indonesia akan bangkit kalau rakyat sudah bergerak,” ujar Jazir.

“Masa sih orang bisa korupsi triliunan rupiah di Indonesia,urunan untuk membeli yang hanya Rp1,7 triliun atau Rp4,7 triliun masa engga bisa. Coba dana Asabri dana Jiwasraya itu mereka berapa gelintir orang bisa korupsi triliunan. Moso rakyat yang banyak engga bisa menghimpun kebaikan,” tegas Jazir.

Rencananya donasi akan dibuka sampai satu bulan ke depan dan akan diperpanjang jika masyarakat meminta. “Alhamdulillah tidak hanya muslim non muslim pun banyak yang partisipasi meskipun dihimpun masjid,” tandas Jazir.