Soal ASPD Bocor, Kepala SMP N 4 Depok Mengundurkan Diri

Kepala Disdikpora Didik Wardaya (kedua dari kanan) bersama Koordinator Tim Pencari Fakta (TPF) (kanan), Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko (kedua dari kiri) , dan Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana (kiri), dalam jumpa pers terkait kebocoran soal ujian ASPD di kantor Disdikpora DIY, Selasa (13/4). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
29 April 2021 14:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, DEPOK--Dampak kasus dugaan kebocoran soal Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) Sleman di SMP N 4 Depok berbuntut panjang. Setelah melalui serangkaian proses investigasi dan kebocoran terbukti benar, kepala SMP N 4 Depok resmi mengundurkan diri.

Kabar pengunduran diri Kepala SMP N 4 Depok ini dibenarkan oleh Sekda Sleman, Harda Kiswaya. Ia menyebutkan yang bersangkutan telah mengajukan surat pengunduran diri pada 19 April lalu. “Ibu Kepala Sekolah mengundurkan diri dari jabatannya, sementara gurunya tidak. Status keduanya hingga saat ini non aktif,” ujarnya, kamis (29/4/2021).

Menurutnya langkah pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban moral Kepala SMP N 4 Depok atas kesalahan yang telah dilakukan. Maka saat ini posisi Kepala SMP N 4 Depok untuk sementara diisi oleh pelaksana harian, yakni Supriyana, yang sebelumnya merupakan kepala SMP N 2 Depok.

Terkait kasus kebocora tersebut, saat ini penyelesaiannya masih terus berlangsung di tingkat kabupaten Sleman. setelah sebelumnya Tim Pencari Fakta di tingkat provinsi membenarkan adanya kebocoran, sekarang Pemkab Sleman yang Dinas Pendidikan terdiri dari Inspektorat serta Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) membentuk tim adhoc.

Tim adhoc bertugas untuk mengklarifikasi dan melakukan pemeriksaan ulang berdasarkan rekomendasi dari Tim Pencari Fakta. “Semua proses diserahkan ke tim adhoc. Begitu ini selesai baru disampaikan ke Bupati Punishment-nya apa,” ungkapnya.

Menindaklanjuti pengunduran diri Kepala SMP N 4 Depok, Pemkab Sleman akan meminta Pemerintah Pusat untuk mengisi jabatan definitif. “Minggu depan saya baru akan ke Jakarta untuk minta izin kepada Pemerintah terkait usulan pelantikan pejabat definitive,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, mengatakan sebelumnya pihaknya juga telah meminta klarifikasi kepada Kepala Sekolah dan guru bersangkutan, yang kemudian hasilnya dilaporkan kepada Bupati Sleman. “Sekarang tahapannya di tim adhoc yang kroscek ulang,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Kepala SMP N 4 Depok beserta salah satu guru matematika di sekolah tersebut diduga terlibat dalam kebocoran satu paket soal ASPD mata pelajaran matematika. Kepala SMP N 4 Depok sendiri merupakan salah satu reviewer soal di tingkat provinsi.

Setelah kejadian tersebut, SMP N 4 Depok melaksanakan ASPD ulang khusus mata pelajaran matematika dengan soal yang berbeda pada Kamis (15/4) lalu.