Cegah Pemudik, Empat Pos di Perbatasan Kulonprogo Dijaga Ketat

Polres Kulonprogo melaksanakan Operasi Ketupat 2021. - Ist/dok Polres Kulonprogo
04 Mei 2021 12:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Jajaran Polres Kulonprogo bakal meminta pemudik yang membandel untuk putar balik jika kedapatan masuk ke wilayah Kulonprogo saat larangan mudik tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 mulai diterapkan.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan bagi warga yang memang terpaksa harus keluar dari daerah asalnya menuju daerah lain dengan alasan kesehatan harus disertai bukti yang konkret.

"Untuk saat ini memang diminta untuk putar balik. Bagi warga yang memiliki kepentingan kesehatan atau tugas namun tidak memiliki bukti kuat jika memang termasuk yang dikecualikan (mudik) ya tidak diperbolehkan," kata Jeffry pada Senin (3/5/2021).

Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 17 Mei, Mendagri Tito Jelaskan Alasannya

Lebih lanjut, Polres Kulonprogo yang saat ini menjadi leading sector dalam pengamanan di perbatasan menyatakan penjagaan juga akan diperketat dengan menambahkan sif atau jam penjagaan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pemudik yang melewati jalur tikus dan lewat saat jam jam malam.

"Biasanya hanya dua sif penjagaan jadi tiga sif penjagaan. Penyekatan ada tiga tahap sebelum lebaran, lebaran, dan setelah lebaran. Tindakan yang kami berikan untuk pemudik yang ketahuan masuk atau travel gelap ya kami minta untuk putar balik," kata Jeffry.

Lebih lanjut, personel gabungan dibagi ke empat pos pengamanan (Pospam) guna melakukan pemantauan di perbatasan. Di antaranya, Pospam Pasar Baru Sentolo sebanyak 33 personel dan Pospam perbatasan wilayah di kapanewon Temon sebanyak 60 personel. Serta pos pelayanan (Posyan) yang melakukan pengawasan di tempat wisata, yakni Posyan Glagah sebanyak lima personel dan Posyan Kalibiru sebanyak 4 personel.

Baca juga: Lebaran Semakin Dekat, Pasar Sleman Belum Ramai Pembeli

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengawasan di sejumlah titik perbatasan jelang mudik libur lebaran tahun 2021. Meskipun, sampai saat ini Dishub Kabupaten Kulonprogo masih menunggu regulasi dari provinsi maupun pusat terkait dengan mekanisme penjagaan di perbatasan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Lucius Bowo Pristiyanto, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan sejumlah skenario terkait dengan pengawasan di perbatasan jelang libur lebaran tahun 2021.

"Nanti kan harus ada koordinasi dengan Dishub DIY seperti apa. Jadi belum clear soal mekanisme pengawasan di perbatasan seperti apa. Kalau koordinasi di internal kami sudah kita lakukan ya. Kita sudah siapkan sejumlah skenario," kata Bowo.

Personel Dishub Kabupaten Kulonprogo yang bakal diturunkan untuk mengawasi di perbatasan sendiri sekitar 40 personel yang terdiri dari sejumlah tim mulai dari penerangan jalan umum (PJU), lalu lintas, dan perlengkapan jalan.

"Intinya kita siap dengan berbagai skenario yang diputuskan dari pusat ya. Jadi, apapun yang diperintahkan kita siap untuk menjalankan skenario tersebut," kata Bowo.

Lebih lanjut, sejumlah titik perbatasan yang menjadi perhatian dari Dishub Kabupaten Kulonprogo di antaranya jalan nasional, Kapanewon Temon yang menjadi akses utama pemudik dari barat yang masuk di sisi selatan. Sedangkan, dari arah utara yakni di kawasan Pasar Jagalan, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo.

"Kita juga tidak menutup mata terhadap jalur tikus yang akan dilalui oleh pemudik di wilayah Girimulyo yang merupakan pintu gerbang dari wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Posko rencananya kita siapkan di Temon dan Jagalan," kata Bowo.